Jumat, 18 September 2009

Tips Agar Lebih 'Pede'


Rasa percaya diri merupakan salah satu modal untuk meraih sukses dalam meniti karier. Tetapi masalahnya, tidak semua orang memiliki rasa percaya diri yang memadai. Makanya jika anda termasuk orang yang tidak atau kurang "pede", jangan cuma pasrah. Tumbuhkan dan kembangkan rasa percaya diri anda. Dan jika anda sudah memiliki rasa percaya diri yang baik, peliharalah rasa "pede" tersebut. Caranya? Lakukan hal-hal berikut ini:

* Pujilah diri sendiri
Jangan ragu untuk memberi selamat pada diri sendiri ketika anda berhasil meraih prestasi, walau sekecil apapun. Caranya yaitu dengan berbicara pada diri sendiri, "ya saya memang pantas mendapatkannya karena saya telah bekerja keras". Kalau perlu berikan hadiah pada diri anda sendiri, misalnya dengan membeli sepatu atau jam tangan yang telah lama anda inginkan. Memuji diri sendiri sepanjang tidak merugikan dan menggangu orang lain dapat berpengaruh positif pada anda. Karena tindakan ini dapat membantu anda lebih percaya diri dan optimis dalam mengerjakan apapun, terutama dalam melaksanakan tugas-tugas anda. Dengan demikian anda juga telah belajar
menghargai diri sendiri.

* Buatlah agar orang lain menghormati anda
Ingat, anda tidak bisa memaksa orang lain menghormati anda jika anda sendiri tidak menghormati diri sendiri dan orang lain. Cara bicara yang seenaknya dan gaya berpakaian anda yang tidak sopan adalah contoh bahwa anda tidak menghormati diri sendiri. Jika anda tidak bisa menghormati diri sendiri bagaimana orang lain mau menghormati anda? Menghormati orang lain tanpa memandang pangkat dan jabatan juga merupakan upaya agar orang lain menghormati anda. Jika anda merasa orang lain menghormati anda, anda akan lebih percaya diri dalam melakukan apapun. Patut anda catat, membuat orang lain agar menghormati anda bukan berarti anda "gila hormat".

* Jangan takut gagal
Orang yang selalu takut gagal mustahil bisa mempunyai rasa "pede" yang lebih baik. Mereka yang takut gagal selalu dihantui rasa bersalah setiap ingin melakukan apapun. Hal ini jelas akan menghambat kemajuan karir anda. Jika anda pernah mengalami kegagalan masa lalu jangan jadikan kegagalan itu sebagai masalah "traumatis". Tapi sebaliknya jadikan pengalaman dan pelajaran berharga untuk meraih yang lebih baik. Dengan mengenyahkan rasa cemas dan takut "gagal" otomatis rasa percaya diri anda akan tumbuh.

* Buatlah target sukses yang lebih luas
Membatasi target sukses hanya membuat anda terbelenggu pada ukuran sukses yang sesungguhnya amat relatif. Umumnya, jika anda sudah mencapai kesuksesan yang diinginkan, anda akan merasa puas dan membuat anda berhenti sampai disitu. Sehingga anda merasa tidak perlu berjuang lebih keras.
Karena itu jangan batasi kualitas dan kuantitas kesuksesan anda. Sekali anda
mencapai sukses yang telah anda targetkan, anda akan sulit untuk lebih maju
dan berkembang. Dan ingat, setiap kali anda mengimpikan sukses, setiap kali
itu pula anda akan merasa lebih pede dalam menggapainya.

* Yakin bahwa anda bisa
Tanamkan keyakinan pada diri sendiri bahwa anda bisa melakukan dan
menyelesaikan pekerjaan apapun, bahkan yang paling sulit sekalipun. Dengan
demikian anda telah berpikir positif terhadap diri sendiri. Dan hal ini
dapat memberi kekuatan dan menumbuhkan percaya diri pada anda setiap kali
anda ingin melakukan sesuatu.

Jika anda telah memiliki rasa percaya diri yang baik berarti modal untuk
meraih sukses telah berada dalam genggaman anda. Tetapi tentu rasa 'pede'
saja tidak cukup untuk menggapai sukses. Untuk menggapainya perlu dibarengi
usaha, kerja keras dan doa.

Kamis, 17 September 2009

Manisnya Hidup Menjadi Wanita Muslimah


•Seorang wanita solehah adalah lebih baik daripada 70 orang wali
•Seorang wanita solehah adalah lebih baik daripada 70 lelaki soleh
•Seorang wanita yang jahat adalah lebih buruk daripada 1.000 lelaki yang jahat
•2 rakaat sholat dari wanita yang hamil adalah lebih baik daripada 80 rakaat wanita yang tidak hamil
•Wanita yang memberi minum ASI kepada anaknya akan dapat satu pahala dari tiap-tiap titik susu yang diberikannya
•Wanita yang melayani dengan baik kepada suami yang pulang ke rumah dalam keadaan letih akan mendapat pahala jihad
•Wanita yang habiskan malamnya dengan tidur yang tidak nyenyak karena menjaga anaknya yang sakit akan mendapat pahala seperti membebaskan 20 orang hamba, akan diampunkan oleh Allah seluruh dosanya dan bila dia hiburkan hati anaknya maka Allah memberi 12 tahun pahala ibadah
•Wanita yang melihat suaminya dengan kasih sayang dan suami yang melihat istrinya dengan kasih sayang pula akan dipandang Allah dengan penuh rahmat
•Wanita yang menyebabkan suaminya keluar dan berjuang dijalan Allah dan kemudian menjaga adab rumah tangganya akan masuk syurga 500 tahun lebih awal dari suaminya dan akan menjadi ketua 70.000 malaikat dan bidadari serta wanita itu akan dimandikan didalam syurga, dan akan menunggu suaminya dengan menunggang kuda yang dibuat daripada Yakut
•Wanita yang memerah susu binatang dengan “Basmalah” akan didoakan oleh binatang itu dengan doa keberkatan
•Wanita yang menguli tepung gandum dengan “Basmallah” Allah akan berkatkan rezekinya
•Wanita yang menyapu lantai dengan berdzikir akan mendapat pahala seperti menyapu lantai di Baitullah
•Wanita yang menjaga sholat, puasa dan taat pada suami, Allah akan mengizinkannya untuk memasuki syurga dari pintu manapun yang dia suka
•Wanita yang hamil akan dapat pahala berpuasa pada siang hari
•Wanita yang hamil akan dapat pahala beribadah pada malam hari
•Wanita yang bersalin/melahirkan akan mendapat pahala 70 tahun sholat dan puasa dan setiap kesakitan pada satu uratnya Allah mengurniakan satu pahala haji
Semoga anda wahai wanita muslimah dapat menjaga amanah sebagai pribadi, sebagai istri maupun sebagai seoarang ibu yang penuh senyum kasih sayang.

Senin, 14 September 2009

Saat-Saat Membahagiakan Bersama Anak (Perspektif Seorang Bapak)


1. Saat si Buah Hati merengek, menjerit-jerit, dan menangis; kemudian kita menawarkan diri untuk menggendongnya, dan DITERIMA, yang lalu membuat ia DIAM, bahkan TERTAWA-TAWA. Perpindahan posisi dari sebelum digendong ke posisi dalam gendongan / pelukan kita (detik-detik saat kita menjulurkan tangan hingga si Dia berada dalam dekapan), sungguh suatu momentum yang sangat langka dan selalu abadi dalam ingatan. Bagi Dia, kehadiran kita saat itu tidak ubahnya laksana DEWA PENOLONG yang menyelamatkan dia dari keresahan, kegelisahan, ketakutan, atau perasaan tidak enak lainnya.

2. Saat si Buah Hati berada dalam gendongan kita, lalu tiba-tiba seeeerrrr ... basah!. Ternyata Ia ngompol dan membasahi pakaian kita. Melihat kita sedikit “kaget”, Ia malah kegirangan dan menggerak-gerakkan tangan dan kakinya tanda teramat gembira. Betapa saat itu kita laksana memperoleh air suci teramat sejuk yang membasahi badan, jiwa, dan lingkungan kita yang kekeringan. Sungguh sayang rasanya mengganti pakaian kita dengan pakaian lain yang lebih baru dan bersih.

3. Saat pertama kali si Dia mengucapkan dan memanggil kita. BAPAK! Oh, betapa nikmat telinga ini mendengarnya. Dan alangkah bangga dan bahagia hati ini menyadari bahwa anak kita sudah MENGENAL dan MENGAKUI kita sebagai BAPAK atau orang tuanya.

4. Saat kita hendak pergi, lantas berpamitan kepada anak, dan anak kita meronta tidak mau lepas dari dekapan kita. Saat anak kita mencengkeramkan tangannya yang lembut erat-erat di lengan / leher / badan kita, dan menunjukkan rona muka yang teramat merindukan kehadiran kita. Saat itulah kita merasa bermakna sebagai manusia. Betapa senangnya ada makhluk lucu, manis, polos dan teramat indah yang senantiasa merindukan kita.

5. Saat kepulangan kita ke rumah setelah seharian bekerja, dan disambut di depan pintu rumah oleh jeritan-jeritan riang tak terperi. “Horeeee ... Bapak pulang, Bapak pulang ...". Sekejap kemudian, tangan dan bahu kita telah terisi oleh badan mungil nan lucu yang mendekap di gendongan kita. Betapa hangatnya desiran kasih sayang yang terpancar dari pandangan, ucapan, gerakan dan nafas-nafas harum mereka. Betapa terasa damai dan akrabnya dunia ini.

Kamis, 10 September 2009

10 Hal Permintaan Iblis kepada Allah SWT


"Berapa hal yang kau pinta dari Tuhanmu?"
"10 macam"
"Apa saja?"
"Aku minta agar Allah membiarkanku berbagi dalam harta dan anak manusia, Allah mengizinkan. Allah berfirman,
"Berbagilah dengan manusia dalam harta dan anak. dan janjikanlah mereka, tidaklah janji setan kecuali tipuan." (QS Al-Isra :64)
Harta yang tidak dizakatkan, aku makan darinya. Aku juga makan dari makanan haram dan yang bercampur dengan riba, aku juga makan dari makanan yang tidak dibacakan nama Allah.
Aku minta agar Allah membiarkanku ikut bersama dengan orang yang berhubungan dengan istrinya tanpa berlindung dengan Allah, maka setan ikut bersamanya dan anak yang dilahirkan akan sangat patuh kepada syaithan.
Aku minta agar bisa ikut bersama dengan orang yang menaiki kendaraan bukan untuk tujuan yang halal.
Aku minta agar Allah menjadikan kamar mandi sebagai rumahku.
Aku minta agar Allah menjadikan pasar sebagai masjidku.
Aku minta agar Allah menjadikan syair sebagai Quranku.
Aku minta agar Allah menjadikan pemabuk sebagai teman tidurku.
Aku minta agar Allah memberikanku saudara , maka Ia jadikan orang yang membelanjakan hartanya untuk maksiat sebagai saudaraku.
Allah berfirman, "Orang -orang boros adalah saudara - saudara syaithan. " (QS Al-Isra : 27).
Wahai Muhammad, aku minta agar Allah membuatku bisa melihat manusia sementara mereka tidak bisa melihatku.
Dan aku minta agar Allah memberiku kemampuan untuk mengalir dalam aliran darah manusia.
Allah menjawab, "silahkan", dan aku bangga dengan hal itu hingga hari kiamat.
Sebagian besar manusia bersamaku di hari kiamat.
Iblis berkata : "wahai muhammad, aku tak bisa menyesatkan orang sedikitpun, aku hanya bisa membisikan dan menggoda, jika aku bisa menyesatkan, tak akan tersisa seorangpun?!!!
Sebagaimana dirimu, kamu tidak bisa memberi hidayah sedikitpun, engkau hanya rasul yang menyampaikan amanah.
Jika kau bisa memberi hidayah, tak akan ada seorang kafir pun di muka bumi ini.
Kau hanya bisa menjadi penyebab untuk orang yang telah ditentukan sengsara.
Orang yang bahagia adalah orang yang telah ditulis bahagia sejak di perut ibunya. Dan orang yang sengsara adalah orang yang telah ditulis sengsara semenjak dalam kandungan ibunya.

Rasulullah SAW lalu membaca ayat :
"Mereka akan terus berselisih kecuali orang yang dirahmati oleh Allah SWT" (QS Hud :118 - 119) juga membaca, "Sesungguhnya ketentuan Allah pasti berlaku" (QS Al-Ahzab : 38)
Iblis lalu berkata: "Wahai Muhammad Rasulullah, takdir telah ditentukan dan pena takdir telah kering. Maha Suci Allah yang menjadikanmu pemimpin para nabi dan rasul, pemimpin penduduk surga, dan yang telah menjadikan aku pemimpin mahluk mahluk celaka dan pemimpin penduduk neraka. aku si celaka yang terusir, ini akhir yang ingin aku sampaikan kepadamu. dan aku tak berbohong."

Sampaikan lah risalah ini kepada saudara2 kita?agar mereka mengerti dengan benar, apakah tugas2 dari Iblis/Syaithan tsb,sehingga kita semua dapat mengetahui dan dapat mencegahnya dan tidak menuruti bisikan dan godaan Iblis/Syaithan? Mudah2an dengan demikian kita dapat setidak2nya membuat hidup ini lebih nyaman?dan membuat tempat serta lingkungan kita lebih aman?..

Manusia Yang Menjadi Teman Iblis


Nabi lalu bertanya : "Siapa temanmu wahai Iblis?"
"Pemakan riba."
”Siapa sahabatmu?"
"Pezina."
"Siapa teman tidurmu?"
"Pemabuk."
"Siapa tamumu?"
"Pencuri."
"Siapa utusanmu?"
"Tukang sihir."
"Apa yang membuatmu gembira?"
"Bersumpah dengan cerai."
"Siapa kekasihmu?"
"Orang yang meninggalkan shalat jumaat"
"Siapa manusia yang paling membahagiakanmu?"
"Orang yang meninggalkan shalatnya dengan sengaja."
Iblis Tidak Berdaya Di hadapan Orang Yang Ikhlas
Rasulullah SAW lalu bersabda : "Segala puji bagi Allah yang telah membahagiakan umatku dan menyengsarakanmu."
Iblis segera menimpali:
"Tidak,tidak... tak akan ada kebahagiaan selama aku hidup hingga hari akhir.
Bagaimana kau bisa berbahagia dengan umatmu, sementara aku bisa masuk ke dalam aliran darah mereka dan mereka tak bisa melihatku. Demi yang menciptakan diriku dan memberikan ku kesempatan hingga hari akhir, aku akan menyesatkan mereka semua. Baik yang bodoh, atau yang pintar, yang bisa membaca dan tidak bisa membaca, yang durjana dan yang shaleh, kecuali hamba Allah yang ikhlas."

"Siapa orang yang ikhlas menurutmu ?"
"Tidakkah kau tahu wahai Muhammad, bahwa barang siapa yang menyukai emas dan perak, ia bukan orang yang ikhlas. Jika kau lihat seseorang yang tidak menyukai dinar dan dirham, tidak suka pujian dan sanjunang, aku bisa pastikan bahwa ia orang yang ikhlas, maka aku meninggalkannya. Selama seorang hamba masih menyukai harta dan sanjungan dan hatinya selalu terikat dengan kesenangan dunia, ia sangat patuh padaku."
Iblis Dibantu oleh 70.000 anak - anaknya
Tahukah kamu Muhammad, bahwa aku mempunyai 70.000 anak. Dan setiap anak memiliki 70.000 syaithan.
Sebagian ada yang aku tugaskan untuk mengganggu ulama. Sebagian untuk menggangu anak - anak muda, sebagian untuk menganggu orang -orang tua, sebagian untuk menggangu wanta - wanita tua, sebagian anak -anakku juga aku tugaskan kepada para Zahid.
Aku punya anak ynag suka mengencingi telinga manusia sehingga ia tidur pada shalat berjamaah. tanpanya, manusia tidak akan mengantuk pada waktu shalat berjamaah.
Aku punya anak yang suka menaburkan sesuatu di mata orang yang sedang mendengarkan ceramah ulama hingga mereka tertidur dan pahalanya terhapus.
Aku punya anak yang senang berada di lidah manusia, jika seseorang melakukan kebajikan lalu ia beberkan kepada manusia, maka 99% pahalanya akan terhapus.
Pada setiap seorang wanita yang berjalan, anakku dan syaithan duduk di pinggul dan pahanya, lalu menghiasinya agar setiap orang memandanginya.
Syaithan juga berkata,"keluarkan tanganmu", lalu ia mengeluarkan tangannya lalu syaithan pun menghiasi kukunya.
Mereka, anak - anakku selalu meyusup dan berubah dari satu kondisi ke kondisi lainnya, dari satu pintu ke pintu yang lainnya untuk menggoda manusia hingga mereka terhempas dari keikhlasan mereka.
Akhirnya mereka menyembah Allah tanpa ikhlas, namun mereka tidak merasa.
Tahukah kamu, Muhammad? bahwa ada rahib yang telah beribadat kepada Allah selama 70 tahun. Setiap orang sakit yang didoakan olehnya, sembuh seketika. Aku terus menggodanya hingga ia berzina, membunuh dan kufur.

Cara Iblis Menggoda
Tahukah kau Muhammad, dusta berasal dari diriku?
Akulah mahluk pertama yang berdusta.
Pendusta adalah sahabatku. barangsiapa bersumpah dengan berdusta, ia kekasihku.
Tahukah kau Muhammad?
Aku bersumpah kepada Adam dan Hawa dengan nama Allah bahwa aku benar - benar menasihatinya.
Sumpah dusta adalah kegemaranku.
Ghibah (gossip) dan Namimah (Adu domba) kesenanganku.
Kesaksian palsu kegembiraanku.
Orang yang bersumpah untuk menceraikan istrinya ia berada di pinggir dosa walau hanya sekali dan walaupun ia benar. Sebab barang siapa membiasakan dengan kata - kata cerai, isterinya menjadi haram baginya. Kemudian ia akan beranak cucu hingga hari kiamat. jadi semua anak - anak zina dan ia masuk neraka hanya karena satu kalimat, CERAI.
Wahai Muhammad, umatmu ada yang suka mengulur ulur shalat. Setiap ia hendak berdiri untuk shalat, aku bisikan padanya waktu masih lama, kamu masih sibuk, lalu ia manundanya hingga ia melaksanakan shalat di luar waktu, maka shalat itu dipukulkannya kemukanya.
Jika ia berhasil mengalahkanku, aku biarkan ia shalat. Namun aku bisikkan ke telinganya 'lihat kiri dan kananmu', iapun menoleh. pada saat iatu aku usap dengan tanganku dan kucium keningnya serta aku katakan 'shalatmu tidak sah'
Bukankah kamu tahu Muhammad, orang yang banyak menoleh dalam shalatnya akan dipukul.
Jika ia shalat sendirian, aku suruh dia untuk bergegas. ia pun shalat seperti ayam yang mematuk beras.
Jika ia berhasil mengalahkanku dan ia shalat berjamaah, aku ikat lehernya dengan tali, hingga ia mengangkat kepalanya sebelum imam, atau meletakkannya sebelum imam.
Kamu tahu bahwa melakukan itu batal shalatnya dan wajahnya akan dirubah menjadi wajah keledai.
Jika ia berhasil mengalahkanku, aku tiup hidungnya hingga ia menguap dalam shalat. Jika ia tidak menutup mulutnya ketika mnguap, syaithan akan masuk ke dalam dirinya, dan membuatnya menjadi bertambah serakah dan gila dunia. Dan iapun semakin taat padaku.
Kebahagiaan apa untukmu, sedang aku memerintahkan orang miskin agar meninggalkan shalat. aku katakan padaknya, 'kamu tidak wajib shalat, shalat hanya wajib untuk orang yang berkecukupan dan sehat. orang sakit dan miskin tidak, jika kehidupanmu telah berubah baru kau shalat.'
Ia pun mati dalam kekafiran. Jika ia mati sambil meninggalkan shalat maka Allah akan menemuinya dalam kemurkaan.
Wahai Muhammad, jika aku berdusta Allah akan menjadikanku debu.
Wahai Muhammad, apakah kau akan bergembira dengan umatmu padahal aku mengeluarkan seperenam mereka dari islam?"

Amalan Yang Dapat Menyakiti Iblis


"Apa yang kau rasakan jika melihat seseorang dari umatku yang hendak shalat?"
"aku merasa panas dingin dan gemetar."
"Kenapa?"
"Sebab, setiap seorang hamba bersujud 1x kepada Allah, Allah mengangkatnya 1 derajat."
"Jika seorang umatku berpuasa?"
"Tubuhku terasa terikat hingga ia berbuka."
"Jika ia berhaji?"
"Aku seperti orang gila."
"Jika ia membaca al-Quran?"
"Aku merasa meleleh laksana timah diatas api."
"Jika ia bersedekah?"
"Itu sama saja orang tersebut membelah tubuhku dengan gergaji."
"Mengapa bisa begitu?"
"Sebab dalam sedekah ada 4 keuntungan baginya. yaitu keberkahan dalam hartanya, hidupnya disukai, sedekah itu kelak akan menjadi hijab antara dirinya dengan api neraka dan segala macam musibah akan terhalau dari dirinya."
"Apa yang dapat mematahkan pinggangmu?"
"Suara kuda perang di jalan Allah."
"Apa yang dapat melelehkan tubuhmu?"
"Taubat orang yang bertaubat."
”Apa yang dapat membakar hatimu?"
"Istighfar di waktu siang dan malam."
"Apa yang dapat mencoreng wajahmu?"
"Sedekah yang diam - diam."
”Apa yang dapat menusuk matamu?"
"Shalat fajar."
"Apa yang dapat memukul kepalamu?"
"Shalat berjamaah."
"Apa yang paling mengganggumu?"
"Majelis para ulama."
"Bagaimana cara makanmu?"
"Dengan tangan kiri dan jariku."
"Dimanakah kau menaungi anak - anakmu di musim panas?"
"Di bawah kuku manusia."

Iblis Terpaksa Bertamu Kepada Rasulullah SAW (dari Muadz bin Jabal dari Ibn Abbas)


Ketika kami sedang bersama Rasulullah SAW di kediaman seorang sahabat Anshar, tiba - tiba terdengar panggilan seseorang dari luar rumah: "Wahai penghuni rumah, bolehkah aku masuk..? Sebab kalian akan membutuhkanku. "
Rasulullah bersabda:"Tahukah kalian siapa yang memanggil?"
Kami menjawab: "Allah dan rasulNya yang lebih tahu."
Beliau melanjutkan, "Itu Iblis, laknat Allah bersamanya."
Umar bin Khattab berkata: "izinkan aku membunuhnya wahai Rasulullah"
Nabi menahannya: "Sabar wahai Umar, bukankah kamu tahu bahwa Allah memberinya kesempatan hingga hari kiamat? Lebih baik bukakan pintu untuknya, sebab dia telah diperintahkan oleh Allah untuk ini, pahamilah apa yang hendak ia katakan dan dengarkan dengan baik."
Ibnu Abbas RA berkata: pintu lalu dibuka, ternyata dia seperti seorang kakek yang cacat satu matanya. di janggutnya terdapat 7 helai rambut seperti rambut kuda, taringnya terlihat seperti taring babi, bibirnya seperti bibir sapi.
Iblis berkata: "Salam untukmu Muhammad,... . salam untukmu para hadirin... "
Rasulullah SAW lalu menjawab: Salam hanya milik Allah SWT, sebagai mahluk terlaknat, apa keperluanmu?"
Iblis menjawab: "Wahai Muhammad, aku datang ke sini bukan atas kemauanku, namun karena terpaksa."
" Siapa yang memaksamu?"
Seorang malaikat dari utusan Allah telah mendatangiku dan berkata:
"Allah SWT memerintahkanmu untuk mendatangi Muhammad sambil menundukkan diri.beritahu Muhammad tentang caramu dalam menggoda manusia. jawabalah dengan jujur semua pertanyaannya. Demi kebesaran Allah, andai kau berdusta satu kali saja, maka Allah akan jadikan dirimu debu yang ditiup angina, oleh karena itu aku sekarang mendatangimu. Tanyalah apa yang hendak kau tanyakan. jika aku berdusta, aku akan dicaci oleh setiap musuhku. tidak ada sesuatu pun yang paling besar menimpaku daripada cacian musuh."

Orang Yang Dibenci Iblis
Rasulullah SAW lalu bertanya kepada Iblis: "Kalau kau benar jujur, siapakah manusia yang paling kau benci?"
Iblis segera menjawab: "Kamu, kamu dan orang sepertimu adalah mahkluk Allah yang paling aku benci."
"Siapa selanjutnya?"
”Pemuda yang bertakwa yang memberikan dirinya mengabdi kepada Allah SWT."
"lalu siapa lagi?"
"Orang Aliim dan wara' (Loyal)"
"Lalu siapa lagi?"
"Orang yang selalu bersuci."
"Siapa lagi?"
"Seorang fakir yang sabar dan tak pernah mengeluhkan kesulitannnya kepada orang lain."
"Apa tanda kesabarannya?"
"Wahai Muhammad, jika ia tidak mengeluhkan kesulitannya kepada orang lain selama 3 hari, Allah akan memberi pahala orang -orang yang sabar."
"Selanjutnya apa?"
"Orang kaya yang bersyukur."
”Apa tanda kesyukurannya?"
Ia mengambil kekayaannya dari tempatnya, dan mengeluarkannya juga dari tempatnya."
"Orang seperti apa Abu Bakar menurutmu?"
”Ia tidak pernah menurutiku di masa jahiliyah, apalagi dalam Islam."
"Umar bin Khattab?"
"Demi Allah setiap berjumpa dengannya aku pasti kabur."
"Usman bin Affan?"
"Aku malu kepada orang yang malaikat pun malu kepadanya."
"Ali bin Abi Thalib?"
"Aku berharap darinya agar kepalaku selamat, dan berharap ia melepaskanku dan aku melepaskannya. tetapi ia tak akan mau melakukan itu." (Ali bin Abi Thalib selau berdzikir terhadap Allah SWT)

Rabu, 02 September 2009

Jangan Menyerah


(D'Massiv)

Tak ada manusia
Yang terlahir sempurna
Jangan kau sesali
Segala yang telah terjadi

Kita pasti pernah
Dapatkan cobaan yang berat
Seakan hidup ini
Tak ada artinya lagi


Syukuri apa yang ada
Hidup adalah anugerah
Tetap jalani hidup ini
Melakukan yang terbaik

Tak ada manusia
Yang terlahir sempurna
Jangan kau sesali
Segala yang telah terjadi


Tuhan pasti kan menunjukkan
Kebesaran dan kuasanya
Bagi hambanya yang sabar
Dan tak kenal Putus asa

Lima Mitos Perkawinan


Jika Anda tengah memutuskan meminang kekasih hati, tengah mempersiapkan pesta pernikahan, atau tengah menikmati masa manis bulan madu, pandangan tentang perkawinan yang terpeta di benak Anda adalah kehidupan serba indah dan menyenangkan. Menurut ahli, pasangan yang hendak menikah atau baru saja menjalani pernikahan sering
memasang ekspektasi terlalu tinggi pada pasangan dan konsep perkawinan itu sendiri. Untuk itu, ada baiknya menyimak lima mitos tentang perkawinan yang kerap memicu perbedaan pendapat dan perselisihan di antara pasangan ini. Tujuannya, tentu saja agar Anda lebih santai dalam menjalani kehidupan perkawinan.

1. Hubungan Anda berdua akan makin membaik setelah menikah Menurut Dr. Delphine Hirst, konsultan perkawinan dan penulis Smart Ways to Survive The Breakup, pasangan harus melihat bagaimana hubungan mereka sebelum menikah. Jika selama menjalani masa
pengenalan Anda merasa lebih banyak hal yang tak akan memicu masalah dan pertengkaran, Anda terlalu berlebihan bila berharap pernikahan akan otomatis memperbaiki semuanya. Bijaklah, kata Hirst. Meski demikian, selalu ada harapan untuk perkawinan. Anda berdua harus bersedia memperbaiki hubungan, berkomunikasi dan berusaha lebih keras untuk saling memahami. Jika tidak, Anda berdua akan hidup dalam
pernikahan yang penuh keputusasaan.

2. Menikah akan memperbaiki kondisi keuangan Bisa ya, bisa tidak, meski kebanyakan pasangan beranggapan dengan menikah rejeki akan makin lancar. Kenyataan membuktikan banyak ibu yang terpaksa bekerja karena satu sumber penghasilan ternyata tak
mencukupi kebutuhan keluarga. Toh, meski pada akhirnya setelah menikah kondisi keuangan Anda makin baik, tak berarti Anda bisa berleha-leha. Pernikahan menuntut pengelolaan keuangan yang lebih baik. Jika dulu Anda masih bisa menikmati kenyamanan hidup dengan pengeluaran tak terbatas, kini Anda harus berpikir berkali-kali.
Kebutuhan anak adalah prioritas yang tak bisa ditawar. Belum lagi beragam pengaturan untuk tagihan, cicilan, dan sebagainya yang memerlukan pengelolaan yang bijak.

3. Anda dan pasangan akan selalu berbagi segala hal Banyak perempuan beranggapan, saat menikah pasangannya akan menghabiskan waktu hanya dengannya. Banyak pertengkaran berawal dari persepsi ini. Ahli mengatakan, meski ia pangeran yang dikirim dari langit untuk mendampingi Anda selamanya, belum tentu ia akan bersedia
menghabiskan waktu dua jam hanya untuk menemukan warna sepatu yang sesuai dengan tas pesta Anda. Anda harus membicarakan dengannya apa saja yang Anda berdua inginkan untuk bisa dibagi. Sejauh mana Anda berdua memiliki privasi untuk diri sendiri? Bicarakan hal ini sebelum ekspektasi memicu rasa putus asa. Tentu saja semakin banyak hal yang bisa dibagi berdua, akan semakin baik dampaknya bagi hubungan
perkawinan Anda.

4. Perkawinan akan membuat sisi hidup lainnya lebih menarik Tampaknya memang demikian. Namun perkawinan juga justru mendatangkan banyak persoalan kompleks. Tekanan untuk menjadi pribadi yang berbeda, keinginan keluarga besar pasangan untuk selalu menjadi nomor satu, dan kebiasaan pasangan yang tak mungkin Anda ubah, adalah
sekian di antara deretan kompleksnya sebuah perkawinan. Toh, memang pada akhirnya perkawinan sebaiknya membuat seseorang menjadi pribadi yang lebih baik.

5. Perkawinan akan membuat Anda tak lagi "melirik" orang lain Menikah menuntut kesetiaan, namun adakah yang bisa memastikan apakah dalam perjalanan perkawinan nanti Anda tak akan tertarik pada orang lain, apa pun tingkat ketertarikan itu? Yang bisa Anda lakukan adalah terus menyalakan api cinta agar kemungkinan untuk hadirnya sosok lain dalam perjalanan pernikahan Anda bisa diminimalisir. women.com/angela

Munculnya Cinta Lain dalam Perkawinan


PENGARUH media yang bernama televisi memang luar biasa. Ketika pasangan Dewi Yull dan Ray Sahetapy yang sudah berumah tangga selama sekitar 23 tahun hendak bercerai dan kabar itu diwartakan secara bertubi-tubi lewat televisi, maka sebagian orang pun merasa perlu melihat kembali kehidupan perkawinan mereka.

ADAKAH mereka akan, tengah, atau sudah mengalami hal serupa Dewi dan Ray?

Sering kali orang tak merasa perlu meragukan kekuatan cinta antara suami-istri. Apalagi bila ikatan pernikahan mereka sudah berjalan berpuluh-puluh tahun, dan selama itu hubungan keduanya relatif tenang-tenang saja. Oleh karena itulah, ketika muncul cinta lain dalam kehidupan perkawinan tersebut, baik mereka yang terlibat
maupun orang-orang di sekitarnya seakan tersentak kaget.

Meskipun sebenarnya soal hadirnya cinta lain dalam sebuah kehidupan perkawinan, entah itu disebut selingkuh atau pria/wanita idaman lain, bukanlah hal baru dalam sejarah kehidupan manusia. Bahkan sering kali tidak bisa dijelaskan mengapa cinta yang muncul belakangan itu justru lebih kuat dari ikatan cinta suami-istri,
padahal secara fisik, misalnya, si suami/istri tak bisa dikatakan "kalah" dari pasangan resminya.

Seorang pria berusia 40-an teringat masa kecilnya di sebuah kota kecil di antara Solo dan Yogyakarta. Sekitar tahun 1960-an, tetangganya yang punya anak tiga mendadak ketambahan satu anak lagi. Saat itu dia berpikir bahwa anak itu adalah keponakan si empunya rumah yang mau ngenger. Baru belakangan dia tahu bahwa anak itu
hasil hubungan cinta pria pemilik rumah dengan perempuan lain.

Entah karena pasangan itu bukan sosok populer seperti Dewi dan Ray, atau karena saat itu belum ada acara infotainmen di televisi, maka kisah itu tidak mengubah cara hidup dan pandangan orang-orang di sekitarnya. "Anak itu dipelihara sama si pria dengan istri resminya. Tidak ada keributan antara suami-istri yang aku ingat, apalagi
kehebohan di lingkungannya. Hal itu kayaknya sesuatu yang biasa saja," katanya mengenang kejadian tersebut.

Kejadian tersebut mungkin biasa di mata anak kecil pada tahun 1960-an. Namun, lihatlah acara infotainmen di layar kaca, bukan hanya orang dewasa yang terlibat di dalamnya yang saling bertutur kata, namun anak-anak pun memberikan pendapatnya. Maka, sebagian pemirsa pun hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala dengan pikiran dan
pandangan masing-masing.

DULU, anak-anak dari pasangan yang mendapati ada cinta lain dalam kehidupan perkawinan orangtuanya mungkin tidak berani atau tidak tahu bagaimana mengungkapkan apa yang mereka rasakan. Namun kini, setiap orang, entah itu dewasa maupun anak-anak, sudah tahu bagaimana harus bersikap.

Maka, yang muncul sebagai tontonan bukan hanya drama munculnya cinta lain dalam kehidupan suami-istri saja, tetapi juga untuk keluarnya. Ada anak yang merasa dibohongi oleh ayah/ibunya, tak rela kehilangan keberadaan ayah/ibunya, bahkan sampai mengungkapkan hal yang mungkin selama ini justru berusaha disembunyikan oleh ayah-ibunya.

Kalau munculnya cinta lain dalam perkawinan itu menimpa sosok populer, hampir bisa dipastikan bakal muncul terus-menerus di televisi, diliput dari segala sudut yang memungkinkan. Bila dulu tidak ada jawaban mengapa muncul "orang ketiga" dalam hubungan suami-istri, maka survei tahun 1993 yang pernah dilakukan Sukiat, psikolog
klinis dari Fakultas Psikologi Universitas Indonesia bersama majalah Tiara, misalnya, berusaha mencari jawabannya.

Meski cinta memang soal rasa yang sulit dijelaskan hingga bisa diterima akal sehat, namun Sukiat mendapati pria dan wanita punya perbedaan alasan terhadap munculnya cinta lain dalam perkawinan mereka. Perempuan yang menemukan cinta lain itu merasa hidup pernikahannya didera rasa kesepian. Dia tidak mendapatkan cukup kehangatan dari suaminya, hingga suatu saat menemukan pemenuhan kebutuhan psikisnya itu dari pria lain.

"Tidak perlu pria itu lebih ganteng, lebih pintar, atau lebih kaya dari suaminya. Cukup pria itu punya sesuatu yang bisa membuat si perempuan kagum. Hubungan seks sendiri menduduki posisi kesembilan dalam urutan penyebab perempuan selingkuh. Dia mau berhubungan seks dengan pria bukan suaminya karena hal itu menjadi balasan atas
perhatian yang diterimanya dari si pria," kata Sukiat.

Sementara suami merasa menemukan cinta lain karena merasa komunikasi dengan si istri tidak lagi berjalan dengan baik. Hal ini bisa terjadi karena latar belakang pendidikan, sosial, ekonomi, sampai sebab istri dianggap terlalu dominan atau galak.

"Laki-laki akan mencari perempuan yang bisa diajak bicara dengan santai. Dia bisa mengungkapkan isi hatinya. Tidak perlu perempuan itu cantik atau pandai, yang penting bisa diajak ngomong," ujar Sukiat.

Ada pula suami yang merasa kecewa dengan penampilan istrinya, dan menemukan hal yang secara fisik lebih menarik pada perempuan di luar rumah. Misalnya, di depan suami, istri suka memakai baju apa adanya dan menggunakan berbagai alat kosmetika untuk mempercantik wajah.

"Si suami hanya melihat istrinya saat dia memakai masker wajah. Tetapi wajah cantik si istri justru diperlihatkan kepada orang lain saat dia berada di luar rumah. Lama-lama suami merasa bosan dengan pemandangan istri seperti itu," kata Sukiat menambahkan.

APA yang dinyatakan Sukiat memang berdasar hasil surveinya. Dari survei itu ditemukan hal-hal yang bisa menjadi penyebab munculnya cinta lain dalam kehidupan perkawinan. Pelaku-suami/istri-percintaan lain itu biasanya punya rasa bersalah terhadap pasangannya, entah itu diakui atau tidak. Namun, seperti kata Dian (36, bukan nama sebenarnya), istri yang menemukan suaminya punya cinta lain, hal itu
membuatnya merasa tertipu, tidak dihargai, dan merasa tidak bisa lagi memercayai suaminya.

"Awalnya ada telepon dari rekan kerja suami yang mengatakan suami saya punya affair dengan rekan kerjanya. Saya tak pedulikan karena sangat mungkin dia hanya iri atau kesal pada suami saya. Tetapi, setahun usia pernikahan kami, saya dikejutkan oleh pengakuan suami, dia punya anak balita usia taman kanak-kanak," cerita Dian.

Perempuan karier itu merasa terkejut, tetapi bisa memaafkan suami karena hal itu terjadi sebelum mereka menikah. Namun, hal itu membuat Dian teringat pada telepon rekan kerja suaminya. Diam-diam dia mencari tahu kebenarannya, dan lewat daftar nomor telepon genggam suaminya, Dian tahu siapa cinta lain suaminya.

Kali ini Dian memilih menanyakannya, dan setelah berkilah kian kemari, akhirnya si suami mengaku tengah bingung karena "orang ketiga" itu tengah hamil. "Dia mengulangi kesalahan yang sama. Artinya, dia memang tak mau belajar dari pengalaman. Lalu untuk apa diteruskan," ujar Dian yang kemudian memilih memulangkan suami ke keluarganya.

Ketika keadaan sudah tenang, si suami mengaku mendapatkan cinta lain karena Dian terlalu dominan. Untuk Dian, hal itu hanya alasan, sebab bila memang cinta dan komitmen mereka kuat, keduanya akan berusaha memperbaiki diri. "Kami kawin baru setahun lebih, kalau banyak kekurangan atau kesalahan, kan bisa dibicarakan dan diperbaiki. Mengapa dia langsung selingkuh?" ujar Dian yang memilih bercerai.

Hal sama dengan penyelesaian berbeda dilakukan Eva (34) ketika suaminya berpacaran dengan banyak perempuan. Ibu tiga anak ini mendapati suaminya suka berpacaran dengan perempuan yang bekerja di karaoke, kelab malam, dan semacamnya. "Dia lakukan itu ketika usia pernikahan kami baru delapan bulan."

Kelakuan suaminya itu membuat keduanya jadi kerap bertengkar meskipun kemudian berbaikan kembali. Hal serupa berulang terus-menerus. Eva tidak bisa menggugat cerai karena anak-anak tidak ingin orangtuanya berpisah. "Walaupun hati saya hancur, saya harus tetap memikirkan kepentingan anak-anak di atas segalanya. Saya tak ingin
mengecewakan dan melukai hati mereka," tuturnya.

KONTROL sosial di kota besar dan banyaknya waktu yang dihabiskan pasangan yang keduanya bekerja di luar rumah sering kali dijadikan alasan tumbuhnya cinta lain dalam kehidupan perkawinan. Kedekatan hubungan dengan teman sekerja muncul karena intensitas waktu pertemuan mereka lebih tinggi daripada dengan pasangan di rumah.

Sinta (28, bukan nama sebenarnya) bukannya tak pernah berusaha mencari pria lajang sebagai pacarnya. Namun, entah mengapa dia justru jatuh cinta kepada salah satu bos di kantornya yang berusia 42 tahun, beristri dan beranak lebih dari empat orang.

"Berkali-kali saya berusaha memutuskan hubungan ini. Saya mencari pria lain, namun faktanya saya kembali lagi kepadanya. Pria lajang suka menuntut hubungan seks padahal baru pacaran, saya jadi merasa direndahkan. Sementara si bos tak pernah sekali pun memintanya, kami lebih banyak bercakap-cakap, berbagi pengalaman dan pikiran. Kontak fisik sangat terbatas," kata Sinta yang mengaku tak ingin merusak
rumah tangga bosnya, dan justru akan meninggalkan si pria bila dia berniat menceraikan istrinya.

Lalu, apa harapan Sinta dari hubungan dengan si bos yang sudah berlangsung selama lima tahun ini? "Saya jadi belajar bertoleransi. Saya mencintai dia apa adanya. Saya tidak sakit hati kalau dia menomorsatukan istri dan anak-anaknya daripada saya, karena kami tahu posisi masing-masing. Hubungan kami seperti dua sahabat yang
kebetulan saling jatuh cinta," ucap Sinta yang mengaku siap hidup melajang ini.

Hal serupa juga dialami Rian (30-an, bukan nama sebenarnya). Penyakit yang dideritanya membuat dia harus kerap berhubungan dengan dokter yang merawatnya. Hubungan profesional itu melibatkan unsur emosi ketika si dokter ditinggalkan anak kesayangannya yang mesti belajar ke luar negeri.

"Dia mendapati saya bisa menggantikan peran anaknya. Saya juga merasa tenang setiap kali bertemu dia. Seakan-akan semua hal pasti bisa terselesaikan dengan baik bila bersamanya," kata Rian tentang kekasihnya yang berusia hampir dua kali lipat dari usianya.

Sama seperti Sinta, Rian juga tak ingin mengacaukan ketenteraman hidup keluarga kekasihnya. Dia juga berhasil membunuh rasa cemburunya kepada pasangan hidup resmi sang kekasih dengan alasan inilah cinta sejati. "Saya tidak mengambil harta, waktu, maupun fisiknya. Tak ada waktu tetap untuk bertemu, kami cukup puas hanya dengan saling bercerita lewat telepon atau internet," ujarnya.

KALAU cinta lain muncul dalam kehidupan perkawinan, apakah cerai merupakan jalan terbaik?

Di sini tak ada kata baik atau buruk. Menurut Sukiat, sebelum menentukan langkah, sebaiknya pasangan itu mengkaji kembali tujuan hidup mereka. Jika keutuhan rumah tangga menjadi prioritas utama, mereka harus saling memaafkan dan bersama-sama menata hidup perkawinan mereka kembali.

"Jika memilih cerai, sebaiknya pilihan ini dilakukan ketika anak masih bayi, atau jika mereka sudah menikah. Jangan cerai ketika anak dalam masa pertumbuhan atau remaja karena ini akan melukai jiwa anak seumur hidupnya. Kalau sudah begini, yang dipertaruhkan adalah masa depan si anak," tutur Sukiat.

Menurut dia, jika istri yang menemukan cinta lain, dan pasangan ini memutuskan mempertahankan perkawinan mereka, maka si istri akan mendapat perlakuan "istimewa" dari suami. "Kejadian itu akan membuat suami mengawasi istrinya dengan ketat sepanjang hari. Suami akan posesif sekali dan selalu mengecek keberadaan istrinya," kata Sukiat
menambahkan.

Sebaliknya, bila suami yang menemukan cinta lain, dan mereka sepakat memperbaiki pernikahan, si pria bisa diibaratkan menggali kuburnya sendiri. "Cinta perempuan terhadap pria atau suaminya itu biasanya bersifat penyerahan total. Cinta lain yang dianggap penyelewengan akan menimbulkan luka hati yang dalam. Sebaiknya istri pun membantu suami membangun kembali hubungan cinta mereka," ujar Sukiat.

Bagaimanapun, orang lain hanya bisa berkomentar, namun yang merasakan indahnya cinta maupun kepedihannya adalah mereka yang terlibat langsung di dalamnya. Maka, hati-hatilah pada ancaman cinta lain dalam perkawinan. Lebih baik menjauhinya, kalau tidak ingin menuai perkara….

Selasa, 01 September 2009

50 Cara Cerdas Menggunakan Waktu : part2


11. Apakah Anda pernah berpikir untuk melakukan sesuatu yang bermanfaat untuk mengisi waktu yang tercuri dari Anda? Jika Anda mengetahui bahwa Anda akan menunggu ketika janjian dengan sesorang, atau makan siang Anda akan ditunda setengah jam lagi, atau teman yang menjemput Anda terlambat karena macet, dsb. Maka Anda perlu menggunakan waktu tersebut untuk membaca buku, menulis rencana dalam buku kecil Anda, atau pekerjaan kecil lainnya yang bermanfaat. Selalu siapkan di kopor/tas Anda sesuatu yang bisa dikerjakan untuk mengisi waktu-waktu yang tercuri tersebut.
12. Suatu ketika Anda merasa sangat lelah dan tertekan, cobalah teknik relaksasi ini: sisihkan waktu untuk melihat dan mengamati suatu benda (batang pohon, bentuk awan, dll). Tarik nafas dalam-dalam dengan perlahan dan lepaskan. Teruskan sambil mengamati obyek tersebut. Setelah 15-20 menit, Anda akan merasa sedikit lebih nyaman.
13. Pernahkah Anda mengalami apa yang dinamakan sebagai “Penghalang Penulis?” Penghalan kreativitas adalah penyia-nyian waktu yang luar biasa, dan bahkan sangat melelahkan secara emosional. Suatu saat ketika Anda mengalami kemacetan dalam menulis, cobalah tekhnik pembuka jalan ini. Tulislah sebuah surat kepada seorang teman. “Halo Alif….”, Anda mungkin bisa memualinya dengan kata-kata ini. Kemudian teruskan menulis pidato, “Saya harus menulis sebuah naskah pidato untuk pertemuan pemegang saham tahunan dan saya tidak memiliki ide yang jelas untuk memulai dari mana. Kami mengalami tahun yang berat…” teruskan menulis kepada Alif, dan pidato Anda akan selesai dengan sendirinya.
14. Jika Anda tidak memiliki seseorang yang diberi mandat (atau seseorang yang bisa dipercaya), atau Anda adalah orang yang diberi mandat oleh seseorang untuk melakukan tugas-tugasnya, maka Anda harus menjaga jalur komunikasi agar tetap dibuka. Tanyakan kepada atasan Anda, mana tugas yang harus dikerjakan terlebih dahulu. Meskipun Anda memiliki banyak pekerjaan untuk dikerjakan, Anda akan memenangkan hati atasan jika Anda focus pada apa yang dia prioritaskan.
15. Kosongkan keranjang sampah Anda setidaknya sekali sehari. Ingat, keranjang sampah bukan untuk menyimpan benda.
16. Apakah Anda memilikikesulitan berkonsentrasi? Atau Anda membutuhkan waktu 2 jam untuk mengerjakan pekerjaan / tugas yang sebenarnya bisa dikerjakan dalam waktu 45 menit hanya karena tidak bisa berkonsentrasi? Kemampuan berkonsentrasi bisa dipelajari dan ditingkatkan dengan banyak latihan, Misalnya, membaca dan memahami data statistic dalam laporan teknis yang rumit selama 30 menit. Berhentilah selama 10 menit, lalu fokuslah kembali pada apa yang Anda baca. Lakukan ini secara rutin, niscaya kemampuan konsentrasi Anda akan meningkat.
17. Jika Anda mengalokasikan waktu untuk melakukan pekerjaan untuk diri sendiri, buatlah prioritas dalam pekerjaan Anda. Jangan sampai perhatian Anda teralihkan kepada sesuatu yang lain. Teman saya yang terus bekerja sambila mengasuh anak-anaknya yang masih kecil mengatakan bahwa ia selalu mendahulukan pekerjaan yang menjadi “prioritas utama” pada setiap harinya. Dia merasa bisa bekerja dengan maksimal, ketika anak-anaknya tidur siang dan ketika dia menghindar dari pekerjaan-pekerjaan lain yang prioritasnya jauh lebih rendah pada hari itu.
18. Ketika seorang teman meminta Anda membantunya , Sementara Anda merasa tidak memiliki waktu membantunya, sebaiknya jangan mengatakan “YA” kemudian melupakannya. Tetapi katakan, “Saya perlu waktu 24 jam memikirkannya, nanti saya hubungi” Ketika Anda menghubungi dia untuk mengatakan “TIDAK”, usahakan memberitahukan teman lain yang mungkin bisa membantunya. Usahakan menolak secara sopan supaya dia tidak sakit hati.
19. Anda harus bisa memaksimalkan kerugian Anda dengan cara memotong waktu pengerjaan tugas-tugas yang tidak produktif / menguntungkan. Ketika Anda sudah merasa bekerja keras, membangun hubungan, menyakinkan pelanggan, dsb. Namun hasilnya terlihat tidak menguntungkan, maka berhentilah. Ini saatnya mengubah arah. Akan lebih bijaksana, jika Anda menggunakan energi dan waktu untuk melakukan tugas atau pekerjaan lain yang lebih besar. Jangan lupa menentukan batas waktu penyelesaian tugas /pekerjaan tsb.
20. Jika Anda merasa selalu sangat sibuk setiap harinya, maka rencanakan untuk memberi diri Anda waktu 2 hari penuh untuk berlibur sebagai reward atas usaha Anda selama ini. Lihat kalender dan temukan hari libur yang sangat longgar bagi Anda. Lingkari tanggalnya, sehingga kalender menjadi pengingat visual Anda. Pada 2 hari libur itu, bangunlah dipagi hari dan lakukan apapun untuk menyenangkan Anda.

Rabu, 26 Agustus 2009

JALUR KERETA API


Sekelompok anak kecil sedang bermain di dekat dua jalur kereta api. Jalur yg pertama adalah jalur aktif masih sering dilewati KA),sementara jalur kedua sudah tidak aktif.

Hanya seorang anak yg bermain di jalur yg tidak aktif (tidak pernah lagi dilewati KA), sementara lainnya bermain di jalur KA yg masih aktif.

Tiba-tiba terlihat ada kereta api yg mendekat dgn kecepatan tinggi,dan kebetulan Anda berada di depan panel persimpangan yg mengatur arah KA tsb.
Apakah Anda akan memindahkan arah KA tsb ke jalur sdh tidak aktif dan menyelamatkan sebagian besar anak kecil yg sedang bermain ? Namun hal ini berarti Anda mengorbankan
seorang anak yang sedang bermain di jalur KA yg tidak aktif. Atau Anda akan membiarkan kereta tsb berada di jalur yg seharusnya?

Mari berhenti sejenak d! an berpikir keputusan apa yang sebaiknya kita ambil? Pikirkan baik-baik jawaban anda...., dan setelah anda yakin dengan jawaban anda, baru anda teruskan membaca ke bawah....

Sebagian besar orang akan memilih untuk memindahkan arah kereta dan hanya mengorbankan jiwa seorang anak. Anda mungkin memiliki pilihan yg sama karena dgn menyelamatkan sebagian besar anak dan hanya kehilangan seorang anak adalah sebuah keputusan yg rasional dan dapat disyahkan baik secara moral maupun emosional.

Namun sadarkah Anda bhw anak yg memilih untuk bermain di jalur KA yg sudah tidak aktif, berada di pihak yg benar karena telah memilih untuk bermain di tempat yg aman? Disamping itu, dia harus dikorbankan justru krn kecerobohan teman2nya yang bermain di tempat berbahaya.

Dilema semacam ini terjadi di sekitar kita setiap hari. Di kantor, di masyarakat, di dunia politik dan terutama dalam kehidupan demokrasi,pihak minoritas harus dikorbankan demi kepentingan mayoritas. Tidak peduli betapa bodoh dan cerobohnya pihak mayoritas tersebut.

Nyawa seorang anak yang memilih untuk tidak bermain bersama teman-temannya di jalur KA yang berbahaya telah dikesampingkan.Dan bahkan mungkin kita tidak akan menyesalkan
kejadian tersebut.

Seorang teman yg men-forward cerita ini berpendapat bahwa, dia tidak akan mengubah arah laju kereta karena dia percaya anak-anak yang bermain di jalur KA yang masih aktif sangat sadar bahwa jalur tersebut masih aktif. Akibatnya mereka akan segera lari ketika mendengar suara kereta mendekat.
Jika arah laju kereta diubah ke jalur yg tidak aktif maka seorang anak yg sedang bermain di ! jalur tsb pasti akan tewas, krn dia tidak pernah berpikir bhw kereta akan menuju jalur tsb. Disamping itu, alasan sebuah jalur KA dinonaktifkan kemungkinan karena jalur tersebut sudah tidak aman. Bila arah laju kereta diubah ke jalur yang tidak aktif, maka kita telah membahayakan nyawa seluruh penumpang di dalam kereta. Dan mungkin langkah yang telah ditempuh untuk menyelamatkan sekumpulan
anak dengan mengorbankan seorang anak, akan mengorbankan lagi ratusan nyawa penumpang di kereta tersebut.

Kita harus sadar bahwa hidup ini penuh dengan keputusan sulit yg hrs dibuat. Dan mungkin kita tdk akan menyadari bhw sebuah keputusan yang cepat tdk selalu menjadi keputusan yg benar.
Satu lagi yang perlu diingat.... sesuatu yang benar tidak selalu disukai dan sesuatu yang disukai tidak selalu benar......

"when life gives you 100 reasons to cry show life that you have 1000 reasons to smile..
Face your past without regret..
Handle your present with confidence..
Prepare for future without fear"

Kado Kotak Kosong


Menjelang hari raya, seorang ayah membeli beberapa gulung kertas kado.
Putrinya yang masih kecil, masih balita, meminta satu gulung.
"Untuk apa?" tanya sang ayah.
"Untuk kado, mau kasih hadiah." jawab si kecil.
"Jangan dibuang-buang ya." pesan si ayah, sambil memberikan satu gulungan
kecil.

Persis pada hari raya, pagi-pagi si kecil sudah bangun dan membangunkan
ayahnya, "Pa, Pa ada hadiah untuk Papa."
Sang ayah yang masih malas-malasan, matanya pun belum melek, menjawab,
"Sudahlah nanti saja."
Tetapi si kecil pantang menyerah, "Pa, Pa, bangun Pa, sudah siang."
"Ah, kamu gimana sih, pagi-pagi sudah bangunin Papa."
Ia mengenali kertas kado yang pernah ia berikan kepada anaknya.
"Hadiah apa nih?"
"Hadiah hari raya untuk Papa. Buka dong Pa, buka sekarang."
Dan sang ayah pun membuka bingkisan itu.
Ternyata di dalamnya hanya sebuah kotak kosong.
Tidak berisi apa pun juga. "Ah, kamu bisa saja. Bingkisannya koq
kosong.Buang-buang kertas kado Papa. Kan mahal?"

Si kecil menjawab, "Nggak Pa, nggak kosong. Tadi, Putri masukin begitu
buaanyaak ciuman untuk Papa."
Sang ayah terharu, ia mengangkat anaknya.
Dipeluknya, diciumnya.
"Putri, Papa belum pernah menerima hadiah seindah ini. Papa akan selalu
menyimpan boks ini.
Papa akan bawa ke kantor dan sekali-sekali kalau perlu ciuman Putri, Papa
akan mengambil satu. Nanti kalau kosong diisi lagi ya !"

Kotak kosong yang sesaat sebelumnya dianggap tidak berisi, tidak memiliki
nilai apa pun, tiba-tiba terisi, tiba-tiba memiliki nilai yang begitu
tinggi. Apa yang terjadi ?
Lalu, kendati kotak itu memiliki nilai yang sangat tinggi di mata sang ayah,
di mata orang lain tetap juga tidak memiliki nilai apa pun. Orang lain akan
tetap menganggapnya kotak kosong.

Kosong bagi seseorang bisa dianggap penuh oleh orang lain.
Sebaliknya, penuh bagi seseorang bisa dianggap kosong oleh orang lain.
Kosong dan penuh - dua-duanya merupakan produk dari "pikiran" anda sendiri.
Sebagaimana anda memandangi hidup demikianlah kehidupan anda.

Hidup menjadi berarti, bermakna, karena anda memberikan arti kepadanya,
memberikan makna kepadanya.
Bagi mereka yang tidak memberikan makna, tidak memberikan arti, hidup ini
ibarat lembaran kertas yang kosong...........

Selasa, 25 Agustus 2009

50 Cara Cerdas Menggunakan Waktu : part-1


Tanpa kita sadari, waktu adalah hal yang sering kali kita remehkan. Padahal saat ini, waktu terasa berjalan begitu cepat. Sedikit saja kita lengah, maka lewat saja waktu yang tepat.
Waktu jualah yang membedakan antara orang sukses dan orang gagal. Bukankah Allah sama-sama memberikan manusia waktu 24 jam sehari? Namun, mengapa ada manusia yang sukses dan manusia yang gagal? Jawabannya terletak di bagaimana mereka memanfaatkan setiap waktu yang ada.
Waktu di era reformasi juga menjadi sedemikian pentingnya. Bahkan lebih penting dari uang itu sendiri. Uang yang hilang bisa saja kembali, namun waktu yang telah lewat tidak akan pernah kembali. Apalagi kecepatan arus informasi yang dating dan pergi menuntut kita untuk selalu siaga di setiap waktu.
Sayangnya meskipun waktu begitu penting, tidak banyak rekan-rekan yang bisa mengatur dan memanage waktunya dengan baik. Bukannya mendapatkan efesiensi dan produktivitas tinggi, yang ada justru membuang setiap kesempatan dan waktu yang ada dengan percuma.
Padahal jika kita mau menilik sedikit saja, sebenarnya pengelolaan waktu begitu sederhana dan simpel. Kita saja yang sering membuatnya rumit. Apalagi dengan kultur masyarakat Indonesia yang cenderung suka menunda dan tidak on time. Oleh karena itu lewat tulisan di blog ini, jika Anda benar-benar menerapkan, Insya Allah ke depan hidup anda akan lebih teratur dan lebih baik lagi. Tidak percaya? Silahkan dicoba, karena saya sudah mencobanya.

Make your success come fastly by managing your time wisely, coz time is money.

Untuk bagian pertama ini saya akan menyajikan 10 cara dulu, nanti saya susulkan lanjutannya sampai cara yang ke 50.

1. Waktu adalah penyeimbang yang luar biasa. Tak peduli siapa anda, berapa uang yang anda punya, atau dimana anda hidup dimuka bumi ini, kita semua memiliki waktu 24 jam yang sama dalam 1 hari. Waktu anda adalah sumberdaya yang sangat berharga. Jangan pernah sia-siakan waktu.
2. Benda-benda yang berserakan di rumah dapat memperlambat langkah Anda dengan cara mengalihkan perhatian dari apa yang sebenarnya ingin Anda lakukan. Untuk mengontrolnya, bersihkan, dan tata rapi semua benda setiap kali anda menyelesaikan sesuatu.
3. Apakah Anda seringkali merasa khawatir dengan apa yang belum Anda lakukan? Jangan membuang-buang waktu dengan selalu merasa gelisah memikirkan berapa banyak waktu yang akan Anda habiskan untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut. Merasa gelisah akan membuat Anda merasa tidak nyaman dan hanya menghabiskan energi saja. Pilih satu pekerjaan yang membutuhkan banyak pergerakan, selesaikan dan beri penghargaan atas usaha Anda. Menyelesaikan sesuatu dan kemudian mendapat penghargaan, akan membuat Anda merasa lebih baik.
4. Apakah Anda tiba ditempat kerja setiap pagi dengan merasa lelah karena harus banyak melakukan persiapan sebelum meninggalkan rumah? Siapkan keberangkatan Anda pada malam hari sebelumnya. Taruhlah jaket, kopor/tas, kunci kendaraan di dekat pintu dengan posisi siap dibawa. Aktifkan alarm 15 menit lebih awal. Dengan demikian, Anda akan memulai hari Anda dengan lebih baik.
5. Jika Anda tidak ingin melupakan tugas-tugas yang harus anda lakukan di beberapa hari mendatang, maka tulislah dalam buku catatan / agenda. Jangan hanya mengingatnya di kepala. Setelah menulisnya, Anda bisa melupakannya. Sekarang, Anda bisa konsentrasi untuk pekerjaan lain yang lebih penting.
6. Apa pemandangan yang terlihat di meja kerja Anda? Tembok kosong? Halaman luar? Ataukah orang-orang yang mondar-mandir? Pemandangan dalam ruang kerja Anda adalah penting. Pemandangan tersebut haruslah kondusif untuk bekerja dan bukanyang dapat mengganggu kinerja Anda. Jika Anda harus memandang tembok yang kosong dan terasa kering, tidaklah lebih baik menggantinya dengan foto yang lebih besar atay pemandangan yang menyejukkan? Selalu usahakan untuk mencari pemandangan yang sesuai dengan ruang kerja Anda.
7. Berapa harga dari 1 jam Anda? Jika Anda memiliki gaji tahunan, pernahkan Anda menghitung upah per jam Anda? Pernahan terpikir untuk membayar orang lain dengan lebih murah dibandingkan dengan upah Anda untuk pekerjaan yang kurang Anda sukai? Dengan cara ini Anda akan memiliki lebih banyak waktu untuk mengerjakan pekerjaan-pekerjaan yang memberi bayaran yang lebih kepada Anda.
8. Jika Anda menghabiskan 10 menit setiap harinya hanya untuk mencari barang-barang yang lupa dimana menaruhnya, maka Anda membuang lebih dari 60 jam setiap tahun. Mulai sekarang, rapikan barang-barang Anda di tempat yang mudah terjangkau dan mudah diingat.
9. Agar selalu merasa lebih segar dan mencegah stress, Anda perlu melakukan senam setiap hari. Jikan Anda melakukan dengan teman, maka itu akan lebih baik. Stress dan badan yang tidak segar hanya akan menghambat pekerjaan dan membuang banyak waktu Anda.
10. Catatan daftar reward (penghargaan/hadiah) yang Anda inginkan dalam buku catatan. Tuliskan semua. Jadi ketika suatu saat Anda menginginkan memberi suatu penghargaan kepada diri sendiri, Anda hanya perlu membuka buku catatan untuk melihat daftar reward yang Anda inginkan.

Jumat, 14 Agustus 2009

Jangan Gampang Mendramatisir Masalah!


Siapapun anda pasti pernah mengalami masalah dalam hidup ini. Dari yang paling ringan sampai yang paling berat. Begitu juga di lingkungan kantor yang kompleks dengan aneka masalah, mulai masalah pekerjaan yang menumpuk, kompensasi yang tidak sesuai, beban kerja yang tidak merata, sampai masalah dicuekin bos.

Tetapi berat atau ringan, setiap masalah tentu butuh penyelesaian. Dan setiap masalah sangat individual sifatnya. Bagi anda yang bijak, setiap masalah akan dianggap sebagai proses pendewasaan diri. Tapi bagi yang berjiwa kerdil, masalah bagaikan mimpi buruk yang menjadi kenyataan. Umumnya anda dengan tipe terakhir akan berlarut-larut memikirkan masalah tanpa banyak memikirkan penyelesaiannya.

Namun, apapun judulnya, anda harus memikirkan cara yang paling tepat dalam menuntaskan suatu masalah. Tahukah anda apa yang harus anda hindari dalam menyelesaikan masalah? jawabannya adalah 'dramatisir'. Ingat, bagaimanapun bentuknya, jangan sekalipun mendramatisir masalah anda. Jangan pernah merasa bahwa seolah-olah masalah andalah yang paling berat.

Karena mendramatisir masalah bukanlah terapi yang mampu menyelesaikan keadaan, justru sebaliknya anda akan semakin stres akibat dramatisasi tersebut. Mengeluh kesana kemari dengan cerita dramatik hanya akan memperberat bobot masalah. Sebaliknya, berpikirlah dengan jernih, posisikan masalah anda pada sudut pandang yang tepat.

Jika anda ingin 'curhat' masalah anda, ungkapkan fakta-fakta yang benar dan objektif. Kalau A katakan A jangan bilang ABC. Peringatkan diri anda sendiri untuk tidak mendramatisir setiap kali akan membicarakan masalah pada rekan-rekan atau bos anda. Pikirkan dampak akibat dramatisir tersebut, apa manfaatnya? Umumnya dampaknya justru negatif. Karena lingkungan tidak menyukai dan tidak mempercayai hal-hal yang dramatik. Apalagi jika suatu saat, dramatisasi anda tidak terbukti.

Anda yang berpotensi mendramatisir masalah perlu lebih waspada. Karena kondisi ini bisa berdampak buruk bagi perkembangan mental anda. Orang-orang dengan tipe ini akan selalu dibayangi rasa cemas, ketakutan, dan pikiran negatif. Dan orang yang hobi mendramatisir masalah sesungguhnya hanya menciptakan kesalahan di atas kesalahan.

Hal yang tak kalah penting, jangan sekalipun menceritakan masalah anda dalam pikiran yang kalut. Karena kondisi yang emosionil dan tidak stabil membuat anda tidak objektif lagi dalam memandang setiap persoalan. Kondisi seperti ini akan membuat anda mengambil keputusan yang salah dan fatal. Misalnya anda mengancam akan mengundurkan diri ketika anda dihadapkan pada persoalan bahwa kenaikan gaji anda adalah yang paling kecil disbanding teman-teman yang lain. Biasanya ancaman tersebut bisa jadi hanya semacam 'gertakan' karena pikiran anda sedang buntu akibat merasa disepelekan dan diremehkan.

Ingat, kebanyakan orang yang tidak berhasil menyelesaikan masalahnya adalah orang-orang yang menutup mata dan sibuk mencari dukungan dan perlindungan. Dan ketika tak satupun orang yang memberi dukungan, anda akan menyalahkan masalah itu sendiri. Anda akan digelayuti pikiran, 'kenapa sih masalah ini mesti menimpa saya'?. Kalau anda terus dibebani pikiran tersebut, buntut-buntutnya anda merasa hidup ini tidak adil.

Kalau hal ini yang anda alami, segera stop pikiran buruk tersebut. Patut anda ketahui setiap masalah hanyalah suatu proses dalam hidup yang terus berjalan. anda lupa selama anda sibuk menyesali dan mengeluhkan masalah yang itu-itu saja sesungguhnya ada banyak jalan untuk mencapai penyelesaian yang anda inginkan. So, bangkitlah, jangan terpuruk dengan keluhan yang panjang. Masih ada jalan terbaik yang akan anda temui jika anda mau berpikir jernih.

Jangan Biarkan Bisa Menjadi Tidak Bisa


Mulailah mengerjakan sesuatu.
Jangan biarkan pertanyaan memenuhi benak anda sehingga melunturkan kemampuan anda untuk melakukan sesuatu.

Memang, banyak hal yang tidak bisa kita lakukan saat ini. Karena itu tinggalkan saja. Kerjakan sesuatu yang anda bisa, meski hanya menuliskan sebuah titik. Jangan biarkan sesuatu yang tak bisa anda kerjakan malah menyurutkan niat anda untuk mengerjakan sesuatu yang bisa anda kerjakan. Perhatikan saja keberanian anda untuk mengambil tindakan. Sekecil apa pun langkah pertama yang anda tapakkan adalah langkah besar bagi keberanian anda.

Tak perlu disibukkan dengan pertanyaan: mana yang lebih dulu, "Telor" atau "Ayam". Yang perlu anda lakukan adalah melihat apa yang ada dalam genggaman dan menghargainya. Yaitu, dengan mengerjakan sesuatu sebaik-baiknya. Bila telur yang berada dalam genggaman, eramilah hingga ia menetas menjadi seekor anak ayam. Sedangkan, bila ayam yang berada dalam genggaman, peliharalah sampai bisa menghasilkan telur-telur.

Lebih dari sekedar mempertanyakannya namun mengerjakannya.

Rabu, 12 Agustus 2009

Cara Berbahagia


Jiwa yang sejahtera menggambarkan seberapa positif seseorang menghayati dan menjalani fungsi-fungsipsikologisnya. Peneliti psycho- logical well-being, Ryff (1995) menyatakan, seseorang yang jiwanya sejahtera apabila ia tidak sekadar bebas dari tekanan atau masalah mental yang lain. Lebih dari itu, ia juga memiliki penilaian positif terhadap dirinya dan mampu bertindak secara otonomi, serta tidak mudah hanyut oleh pengaruh lingkungan

ADAKAH manusia yang tak ingin bahagia? Andaikan pun ada, pasti sangat sulit ditemukan. Bahkan, ketika menyaksikan sepenggal kisah kehidupan manusia dalam film yang notabene sengaja dibuat, penonton berharap-harap pada suatu happy ending, yakni akhir cerita bahagia. Sebagian orang menganggap kebahagiaan bersifat relatif, sehingga ukuran bahagia bagi setiap orang berbeda satu sama lain. Kebutuhan uang mendorong orang bertekun mencari dan memperolehnya. Berbagai cara pun ditempuh, termasuk korupsi. Setelah memenuhi seluruh kebutuhannya, dapatkah yang bersangkutan disebut bahagia?

Bayangkanlah suatu keadaan saat Anda tidak dipenuhi berbagai tugas, kewajiban, dan tanggung jawab. Tidak ada tagihan-tagihan, tidak ada rencana berlibur atau membeli sesuatu yang cukup mahal, tidak ada tenggat yang mengejar. Juga tidak ada jadwal rapat yang padat atau deretan daftar janji, dan sebagainya. Apabila dibandingkan dengan keadaan ketika semua itu memenuhi keseharian Anda, manakah yang paling membahagiakan? Wajar jika Anda kesulitan menentukan pilihan. Sebab bahagia itu relatif dan tidak terukur.

Bahagia dan Puas

Sebelum menemukan cara berbahagia, ada baiknya menyamakan paradigma bahagia terlebih dahulu. Keadaan bahagia sering kali diasosiasikan dengan puas. Kendati kedua hal itu memiliki ukuran yang sangat berbeda. Tak jarang orang menyatakan dirinya berbahagia pada saat ia merasa puas telah memperoleh apa yang diinginkannya. Bahagia yang dimaknai sebagai kepuasan memang bersifat relatif. Puas bagi seseorang belum tentu dapat diukurkan bagi orang lain. Ada yang sudah puas memiliki sepuluh keping, tapi yang lain belum. Sebaliknya, bahagia yang sejati justru dapat diterima oleh semua orang. Indikasi kunci dari perasaan bahagia adalah kesejahteraan psikis (psychological well-being).

Jiwa yang sejahtera menggambarkan seberapa positif seseorang menghayati dan menjalani fungsi-fungsi psikologisnya. Peneliti psychological well-being, Ryff (1995) menyatakan, seseorang yang jiwanya sejahtera apabila ia tidak sekadar bebas dari tekanan atau masalah mental yang lain. Lebih dari itu, ia juga memiliki penilaian positif terhadap dirinya dan mampu bertindak secara otonomi, serta tidak mudah hanyut oleh pengaruh lingkungan. Tentu saja orang tersebut memiliki hubungan yang positif dengan orang lain, menyadari bahwa hidupnya bermakna dan bertujuan. Ia merasakan dirinya tetap berkembang dan bertumbuh, serta mampu menguasai lingkungannya.

Kebahagiaan seseorang mempengaruhi sekelilingnya secara positif karena orang yang bahagia memancarkan energi positif. Sedangkan puas tidak mempunyai makna sedalam itu. Sebab perasaan puas lekas surut, kemudian muncul kembali tuntutan pemuasan terhadap rasa tidak puas yang lain. Begitu seterusnya, lingkaran puas-tidak puas itu berputar. Puas berarti terpenuhinya kebutuhan pada level tertentu, padahal kebutuhan manusia terus meningkat, sehingga puas tidak pernah benar-benar tercapai.

Puas berorientasi pada hasil, sedangkan bahagia adalah proses mengisi hidup secara bermakna. Bahagia mengandung makna kenikmatan tertinggi, dibandingkan dengan puas yang cenderung berupa kenikmatan temporer dan fluktuatif. Ambil contoh perilaku makan. Hal biasa yang dilakukan orang terkait kebutuhan primer. Ketika merasa lapar, orang segera menyantap makanan yang tersedia dengan lahap, lalu merasa kenyang. Nikmat dan nyaman sesaat terlepas dari lapar merupakan satu bentuk kepuasan.

Berbeda ketika pertama-tama orang mensyukuri makanan yang terhidang di hadapannya. Selanjutnya ia mulai mengunyah perlahan-lahan, sembari merasakan sensasi dari setiap rasa yang menyentuh rongga mulut, lidah, tenggorokan, bahkan seolah-olah merasakan perjalanan makanan di ruang lambung. Kenikmatan menyentuh seluruh indra hingga ke perasaan, sehingga setiap kali memperoleh makanan, orang ingin mengulang sensasi tersebut. Cara ini mengubah makna makan lebih dari sekadar mengisi perut dan merasa kenyang.

Nikmatnya tidak terletak pada variasi menu makanan, rasa atau banyaknya makanan yang tersedia. Namun lebih pada saat berlangsungnya proses makan itu sendiri. Cara menyantap dan menikmati sensasi di seluruh raga dan rasa, menghadirkan perasaan puncak yang tak tertandingi. Bahkan, oleh harga makanan maupun rasa kenyang. Demikianlah kira-kira keadaan ini beranalogi dengan bahagia.

Kebahagiaan dapat mempengaruhi lingkungan. Pernahkah kita yang sedang tidak lapar tiba-tiba tergiur untuk menikmati makanan yang tengah disantap seseorang di dekat kita? Sebabnya bukan karena kita tahu makanan itu enak atau mengenyangkan, tapi orang yang sedang makan itu tampak sangat menikmati. Rasa kenyang seseorang tidak dapat dinikmati orang lain. Namun kenikmatan yang tertangkap pada orang yang bersantap menggugah orang-orang di sekelilingnya.

Meraih Bahagia

Cara berbahagia adalah upaya meraih kebahagiaan. Bahagia berarti mencapai kesejahteraan psikis pada setiap kondisi dan situasi. Hidup tidak hanya hitam dan putih, namun dipenuhi beragam warna. Berbagai situasi dan kondisi hidup, entah itu senang, susah, biasa-biasa, rutin, monoton, semua harus bisa dan berani dihadapi. Berpijak pada uraian-uraian sebelumnya, paradigma, dan pemahaman bahagia, merupakan langkah untuk memiliki bahagia.

Pertama,
bahagia bukan tujuan, tapi proses. Adalah sia-sia jika seseorang menempatkan bahagia di ujung harapan, lalu berangan menggapainya. Upaya ini rentan mendekatkan manusia pada kondisi depresi. Bahagia ada di dalam proses hidup, apa pun tujuan kepuasan yang ingin dicapai. Dengan menikmati setiap gulir waktu, peristiwa, persoalan, pemecahan masalah, maka bahagia dengan sendirinya telah dimiliki. Pada saat orang mampu memberi makna positif pada setiap detail kehidupannya, maka ia memiliki bahagia. Makna positif itu adalah membiarkan seluruh diri melebur di dalam waktu. Melepaskan kecemasan dan ketakutan, membebaskan pikiran dari upaya-upaya pembelaan diri yang kaku. Merasakan denyut nadi, detak jantung, dan aliran darah, secara alamiah, hingga melonggarkan manusia dari pola-pola tidak sehat. Menyerahkan jiwa sepenuhnya pada proses kehidupan yang tengah bergulir atau dengan kata lain pasrah.

Kedua, bahagia memiliki kekuatan resonansi. Kebahagiaan yang dimiliki seseorang akan dapat menggetarkan sekelilingnya, sehingga orang lain turut merasakannya dan memiliki bahagia. Cara kita menikmati proses demi proses kehidupan adalah inspirasi bagi orang lain. Berbuat sesuatu yang inspiratif seharusnya jauh dari perbuatan buruk, melanggar norma ataupun merugikan orang lain. Menginspirasikan nilai hidup positif bagi orang lain adalah kebahagiaan. Apabila kebahagiaan seseorang menimbulkan prasangka buruk di dalam lingkungannya tentu saja nilai kepuasan akan hilang. Namun proses yang dibiarkan mengalir didasari niat tulus dan jiwa tenang beralaskan prinsip adalah bahagia yang menetap, waktulah yang bertugas menjawabnya.

Ketiga,
keadaan bahagia bukannya tanpa kesulitan hidup. Keliru besar jika seseorang ingin memiliki bahagia dengan cara menjauhi masalah-masalah kehidupan. Justru kebahagiaan menyusup, ketika dengan berani, pribadi matang, pengendalian diri, dan dengan bijak, orang menghadapi persoalan hidup. Barangkali ada yang bertanya, bagaimana mungkin saya berbahagia pada saat orang yang sangat saya kasihi pergi meninggalkan saya untuk selama-lamanya? Kenapa tidak mungkin? Ketika Anda menangis, bersedih, meratap, pasti Anda tahu bahwa ada kondisi kebalikannya. Menyadari betapa beruntungnya Anda pernah memiliki saat-saat indah bersamanya, merupakan proses bahwa Anda bahagia memiliki semua, baik di saat senang maupun saat susah.

Keempat,
materi bukan ukuran kebahagiaan. Jika bahagia semata materi, maka depresi pun mengintai jiwa manusia. Orang akan terjebak pada lingkaran puas-tidak puas. Bahagia adalah perasaan cinta yang dibiasakan dan dipilih setiap orang, sehingga mencari cara untuk berbahagia dengan memiliki seluruh dunia adalah sia-sia. Bahagia bukan hal yang relatif, namun adalah karakter yang dibangun dari kebiasaan orang dalam proses mengisi hidup agar sungguh-sungguh bermakna. Menikmati hidup dengan tidak memusatkannya pada situasi dan kondisi yang baik atau buruk. Setiap orang bebas memilih untuk mau berbahagia atau tidak. Apabila orang sungguh-sungguh ingin berbahagia maka ia tahu bahagia sudah dimilikinya.

Coba Dengarkan Cinta


Manusia memang makhluk rumit. Dan suka aneh sendiri. Hal-hal yang pingin kita omongin, atau yang harus kita bilang, justru malah nggak pernah kita ungkap. Parahnya lagi, kita terbiasa pake simbol-simbol atau kata-kata lain buat nunjukin arti sebenernya. Walhasil, seringnya maksud kita itu jadi nggak terkomunikasikan dan bikin orang lain ngerasa bete, nggak disayang, nggak dihargai.

Iya sih, ada saat-saat kita ngerasa nggak nyaman mengekspresikan cinta yang kita rasa. Karena takut mempermalukan orang lain, atau diri kita sendiri, kita ragu buat bilang, "I love you". Jadinya, kita menyampaikan perasaan itu lewat kata-kata yang lain; "jaga diri baik-baik", "belajar yang bener", "hati-hati di jalan", "jangan ngebut", "jangan lupa makan".
Tapi, sebenernya, itu cuma opsi-opsi lain dari perkataan yang sesungguhnya; "saya sayang kamu", "saya peduli sama kamu", "kamu sangat berarti buat saya", "saya nggak mau kamu terluka".

So, nggak ada salahnya kita coba MENDENGARKAN CINTA lewat kalimat-kalimat yang dikatakan orang lain. Ungkapan eksplisit itu penting,tapi bagaimana kita mengungkapkannya bisa jadi jauh lebih penting. Setiap pelukan bermakna cinta meski kata-kata yang keluar sangat berbeda. Setiap perhatian yang diberikan orang lain menyimpan cinta walau bentuknya kaku, atau mungkin kasar. Yang pasti, kita harus mencari dan mendengar cinta yang ada di baliknya.

Seorang ibu bisa ngomelin anaknya karena nilai rapot atau kamar yang berantakan. Si anak mungkin hanya mendengar omelannya. Tapi kalo dia bener-bener MENDENGAR, dia bakal mendapatkan cinta di sana. Kepedulian dan cinta ibunya muncul dalam bentuk omelan. Tapi gimana pun juga, itu adalah cinta. Seorang gadis pulang larut malam, dan akhirnya dapet kuliah gratis dari bokapnya. Gadis itu cuma nangkep kemarahan sang bokap. Tapi kalo dia mencoba untuk MENDENGARKAN CINTA, dia bakal menemukannya. "Kamu gimana sih, Papa jadi khawatir sama kamu," kata bokapnya. Tau nggak, itu sama aja dengan "Papa sayang dan peduli sama kamu. Kamu sangat berarti buat Papa" yang sayangnya, nggak tersampaikan dengan lisan.

Kita mengungkapkan cinta dalam banyak cara--hadiah ulang tahun, pesan-pesan kecil, dengan senyuman, dengan air mata. Cinta nggak hanya ada dalam kata-kata, tapi juga dalam diam. Dan seringkali kita menunjukkan cinta dengan memaafkan orang yang nggak mau mendengar cinta yang kita sampaikan.

Masalah dalam "mendengarkan cinta" adalah kesulitanan keterbatasan kita untuk mengerti bahasa cinta yang dipakai orang lain. Yang kerap terjadi, kita jarang mendengarkan orang lain. Kita mendengar kata-kata, tapi kita nggak mempertimbangkan ekspresi atau tindakan-tindakan yang mengiringi kata-kata itu. Sering juga kita cuma bisa mendengar hal-hal negatif, penolakan, kesalahpahaman dan mengabaikan cinta yang menjadi dasarnya.

Dengerin deh, cinta-cinta yang ada di sekitar kita. Kalo kita bener-bener berusaha mendengarkan, kita bakal temui bahwa kita sebenarnya memang dicintai. Mendengarkan cinta bisa membuat kita sadar bahwa dunia ini adalah tempat yang begitu indah.

Cinta adalah anugerah.
Membuat kita tertawa.
Membuat kita bernyanyi.
Membuat kita sedih.
Membuat kita menangis.
Membuat kita bertanya "kenapa?"
Membuat kita menerima.
Membuat kita memberi.
Dan yang paling penting, membuat kita hidup.

Bukanlah kehadiran atau ketidakhadiran yang penting; kita nggak perlu merasa kesepian meski kita sedang sendiri. Sendiri itu perlu, lho. Dan itu jangan sampe membuat kita jadi kesepian. Yang jadi masalah bukan berada bersama seseorang, tetapi berada untuk seseorang.

Jangan pernah ragu nyatakan cinta. Jujurlah dengan apa yang kita rasa dan katakan. Nggak ada ruginya mengekspresikan diri. Ambil kesempatan untuk mengungkapkan pada seseorang betapa pentingnya dia buat kita. Lakukan, buat perubahan, hindari penyesalan.

Satu lagi, tetaplah dekat dengan kawan dan keluarga, karena mereka udah berjasa membangun diri kita yang sekarang. Cinta memang ada untuk ditebarkan. Dan saat cinta yang kita berikan diterima, atau dibalas, itulah saat hidup menjadi penuh makna.

Kamis, 06 Agustus 2009

Haruskah Harta Menjadi Dewa?


Berbondong-bondong orang mengikuti pertemuan-pertemuan yang membahas bagaimana tips dan trick menjadi kaya. Dua hari yang lalu pun, teman lama saya mengajak bertemu di sebuah tempat untuk sekedar makan malam bersama. “Apa Kabar Yan, bagaimana pekerjaan mu?” dan berulang kali seperti tanpa malu-malu lagi Ia mengajak saya berbicara bagaimana menjadi kaya.

Beberapa saat pertama saya masih belum mengerti tentang maksud “lemparan-lemparan” kalimat pembuka yang diberikannya. Namun setelah makan usai, ternyata Ia hanya ingin mempresentasikan kepada saya mengenai sebuah usaha Multi Level Marketing yang sudah Ia ikuti, dan telah membuahkan ribuan US $ mengalir ke rekeningnya.

Dengan berapi-api Ia melontarkan maksud-maksud yang mungkin Ia tujukan untuk membuat saya menjadi terpengaruh, satu hal dan tak lebih yaitu tentang kekayaan fisik belaka.

Dalam hati saya tertawa, mengapa hampir semua orang yang sangat piawai berbicara dan beretorika yang saya temui dimuka bumi ini cuma dan tak lebih berfikir mengenai kekayaan material yang duniawi banget itu.

Rata-rata mereka merekomendasikan saya untuk membaca sebuah buku berjudul “Rich Dad Poor Dad” dan atau “Cashflow Quadrant”, jujur saja saya memang sedang membaca buku-buku tersebut dirumah, belum selesai memang, namun yang saya fikirkan apapun argumentasi mengenai “kaya” didalam buku tersebut hendaknya kita juga mampu untuk mem-filter-nya tanpa harus kita telan mentah-mentah seluruh pesan-pesan didalamnya.

Pernah saya bertemu seorang teman lagi, yang saat ini sedang giat-giatnya menekuni ajaran agama. Beberapa kali Ia menganjurkan saya untuk menikah dengan wanita yang kaya agar dalam kehidupan nanti saya tidak lagi dipusingkan dengan masalah duniawi, sehingga saya dapat khusuk beribadah. yang sangat menggelikan, Ia beralasan Nabi pun menikahi seorang wanita yang notabene memang sangat kaya pada jamannya itu. Namun bagi saya, Nabi terlebih dahulu sudah memiliki kekayaan “hati dan nurani” dan dikehidupannya Tuhan pun secara automatis akan memberikan kelapangan dunia seperti pelimpahan harta dan rejeki.

Melangkah dari beberapa pembicaraan diatas, saya mulai semakin berfikir geli tentang apa yang manusia modern ini cari. Memang, pada jaman dua generasi diatas kita, kekayaan fisik masih bukan sebuah hal utama yang ingin mereka cari didalam kehidupannya. Keyakinan untuk selalu dekat kepada Sang Pencipta dan menjalani hidup dengan penuh kesederhanaan, justru membuat mereka tenang dan ternyata juga mendapatkan berkah seperti apa yang orang sekarang sebut dengan kaya.

Sejarah memang membuktikan segalanya, terutama mengenai kemajuan berbagai bidang ilmu saat ini. Kemampuan berfikir manusia semakin berkembang pula. kebudayaan telah memimpin manusia agar segera memasang kuda-kuda untuk hidup, bertarung menjadi kaya, bahkan akhirnya memaksa manusia untuk menghalalkan segala cara.

Standar-standar fisik yang tidak resmi bagi kehidupan yang disebut mapan pada abad ini membentuk sebuah pola pikir baru. Sebut saja keinginan memiliki; sebuah rumah mewah yang dilengkapi dengan fasilitas lengkap, sebuah BMW, gaya-gaya hidup glamour dll, itu minimal harus kita miliki untuk dapat menjaga gengsi bagi lingkungan disekitar kita.

Berkali-kali materi selalu dijadikan dewa yang akan mengantarkan kita pada kehidupan yang tenang dan bahagia. Sehingga orang berlomba-lomba untuk mengejarnya terlebih dahulu dan menunda hal lain yang mungkin lebih prinsipil didalam kehidupan pribadinya.

Banyak sekali manusia menjadi “liar” membanting tulang dan mendoktrin fikirannya sendiri untuk berjuang secara “bringas” menjadi kaya. Melihat kondisi tersebut, seolah kita tak ubahnya berada dalam sebuah hutan rimba yang didalamnya penuh dengan hewan-hewan pemangsa yang tidak peduli dengan sesamanya.

“Kaya” sudah seperti layaknya timbunan daging lezat yang masih berlumur darah segar, dan tak ada satu hewan pemangsa pun yang mau bertahan untuk tidak menerkamnnya.

Wabah ingin “kaya”, memang sudah merasuk dari jaman dahulu di dalam tubuh pemerintahan sejak jaman kerajaan. Para perdana mentri, panglima perang dan sampai juga pejabat setingkat lurah, berlomba-lomba “membunuh” nuraninya dan rela menjilat bokong sang Raja demi kekuasaan dan harta belaka. Di abad kemerdekaan ber-Republik ini pun kebudayaan itu terus diwarisi oleh kalangan manusia bertopeng di pemerintahan.

Saya sendiri sudah sangat suntuk untuk membicarakan manusia-manusia arogan nan serakah itu, namun yang membuat saya prihatin adalah prilaku tersebut telah menjadi wabah yang umum di kalangan masyarakat menengah kebawah.

Guru saya, teman saya, saudara saya, tetangga, dan sebagainya. Mereka menjabarkan mengenai Goals dalam hidup mereka, yang justru membuat kita seperti dipertontonkan pada sebuah imajinasi buas anak manusia.

Tak mengherankan bila manusia yang diberikan oleh Tuhan berupa akal dan fikiran serta kesempurnaan jasmani dan rohani, pada akhirnya akan sampai pula pada sebuah titik yang mereka impikan.

Namun adakalanya usaha pencapaian manusia pada titik tertentu tersebut akan menjauhkan mereka dari lingkungan sosial dan menimbulkan sifat superior didalam dirinya. Kesombongan dan sikap individualis akan tampil dipanggung kesuksesannya, yang semuanya dikarenakan titik awal dari langkahnya untuk menjadi kaya telah dirasuki oleh mental buas tadi.

Seolah masyarakat diabad ini sudah kehabisan wadah untuk berbalik memikirkan kebersamaan persaudaraan dan keyakinan untuk menjalani hidup sederhana yang semata-mata bukan hanya mengejar materi semata. Paham kapitalis seperti telah mencapai titik suksesnya dalam menghembuskan kepentingan dan membentuk pola pikir ideologi mereka.

Hukum yang dibuat oleh pakar-pakar hukum telah lunglai oleh perinsip lama ; “hukum rimba”, siapa kuat ia lah yang akan berkuasa. Dan untuk menjadi kuat, sejarah dan budaya telah menuntun kita untuk mengejar harta, karena dengan nya lah kita akan merasa kuat dan bukan lagi kuat karena-Nya, yaitu bersandar kepada Tuhan.

Hati-hati .....

Butir Padi Pertanda Kasih


Dua bersaudara bekerja bersama-sama di ladang milik keluarga mereka. Yang seorang telah menikah dan memiliki sebuah keluarga besar. Yang lainnya masih lajang.
Ketika hari mulai senja, kedua bersaudara itu membagi sama rata hasil yang
mereka peroleh.

Pada suatu hari, saudara yang masih lajang itu berpikir, "Tidak adil jika kami membagi rata semua hasil yang kami peroleh. Aku masih lajang dan kebutuhanku hanya sedikit." Karena itu, setiap malam ia mengambil sekarung padi dari lumbung miliknya dan menaruhnya di lumbung milik saudaranya.

Sementara itu, saudara yang telah menikah itu berpikir dalam hatinya, "Tidak adil jika kami membagi rata semua hasil yang kami peroleh. Aku punya istri dan anak-anak yang akan merawatku di masa tua nanti, sedangkan saudaraku tidak memiliki siapa pun dan tidak seorang pun akan peduli padanya pada masa tuanya." Karena itu, setiap malam ia pun mengambil sekarung padi dari lumbung miliknya dan menaruhnya di lumbung milik saudara satu-satunya itu.

Selama bertahun-tahun kedua bersaudara itu menyimpan rahasia itu masing-masing, sementara padi mereka sesungguhnya tidak pernah berkurang, hingga suatu malam keduanya bertemu, dan barulah saat itu mereka tahu apa yang telah terjadi. Mereka pun berpelukan.

Jangan biarkan persaudaraan rusak karena harta, justru pereratlah persaudaraan tanpa memusingkan harta.