Minggu, 30 April 2017

Keajaiban sholat tepat wakti

*KEAJAIBAN SHOLAT TEPAT WAKTU,  DIBACA YAH,  BAGUS BANGET ARTIKEL NYA👇*

Subhanallah.... Saya sampai Nangis Banjir Baca Kisah Nyata ini....

Copas:
Sangat Inspiratif, sangat bruntung bg yg baca..!!

KISAH NYATA KEAJAIBAN SHOLAT TEPAT WAKTU 🕌🕋🕌

Bismillahir-Rahmaanir-Rahim ..
Saya ada cerita tentang sahabat saya yang beda profesi. Dia selalu menjaga sholat diawal waktu. Apa yang terjadi? Dengan menjaga sholat wajib di awal waktu ternyata dia mendapatkan keberkahan luar biasa yang tidak pernah terbayang sebelumnya.

Sahabat saya yang satu ini, profesi adalah sopir angkot. Setiap hari dia menyupir angkot dengan sistem setoran ke majikan. Setor karena angkotnya punya orang lain.

Nah suatu hari, majikannya bangkrut. Karena semakin mahalnya harga bensin. Akhirnya sahabat saya ini katakanlah Udin, dia jadi tidak punya mata pencaharian. Karena angkot majikannya sudah dijual. Karena Udin bukan tipe orang yang gampang putus asa, akhirnya dia mencari pekerjaan lain. Dipilihlah becak sebagai jalan ikhtiarnya.

Karena hanya berprofesi sebagai tukang becak, kehidupannya pun sangat sederhana kalau tidak mau dikatakan kurang. Dia tinggal bersama tiga putri dan seorang istrinya di sebuah rumah kontrakan yang mungkin cuma layak disebut kamar.

Tidak ada yang istimewa dari kehidupan sehari-harinya. Pagi-pagi pergi dari rumah mencari penumpang, sore pulang. Setiap hari seperti itu. Namun setelah dicermati, tenyata ada satu hal yang membuat Udin berbeda dari abang becak lainnya, bahkan dari kebanyakan kita. Udin selalu menjaga sholat diawal waktu, dan selalu dia lakukan di Masjid.

Dimanapun dia berada selalu menyempatkan bahkan memaksakan sholat diawal waktu. Setiap mendekati waktu sholat, jika tidak ada penumpang dia akan mangkal di tempat yang dekat dengan masjid. Iya mendekati masjid.

Pokoknya dia tidak pernah ketinggalan sholat wajib awal waktu bahkan selalu berjamaah di masjid. Dan tenyata itu sudah berlangsung lebih dari dua tahun. Istri dan ketiga putrinya pun begitu, meskipun dilakukan di rumah.

Singkat cerita, suatu hari ketika saya sedang mangkal di salah satu hotel berbintang di Bandung. Ada seorang ibu turun dari mobil Mercy tiba-tiba mendekati saya dan meminta untuk diantar ke salah satu tempat perbelanjaan di kawasan alun-alun kota Bandung, kata Udin.

Ketika si Ibu itu bilang minta dianter memakai becak saja, malah Udin balik nanya, “Engga salah Bu naik becak?”

“Engga Bang, jalanan macet, biar mobil disimpen di hotel aja, sekalian sopir saya istirahat,” jawab si Ibu.

Maka dianterlah si Ibu tadi ke pusat perbelanjaan yang dia minta. Udin pun mengayuh becak masih dalam keadaan kaget. Ketika mendekati alun-alun Bandung, terdengarlah suara adzan dzuhur dari Masjid Raya Jawa Barat.

“Dia langsung belokkan becak ke pelataran parkir Majid. Si Ibu pun heran dengan apa yang di lakukan si Udin.

“Bang kok berhenti disini?” kata si Ibu.

“Iya Bu, udah adzan, Allah udah manggil kita buat sholat.”

“Saya mau sholat dulu. Ibu turun disini aja, tokonya udah dekat koq, di belakang masjid ini. Biar Bu ga apa apa GA USAH BAYAR.”

“Tanggung Bang, lagian saya takut nyasar,” kata si Ibu.

“Kalo Ibu mau saya anter saya sholat dulu, ya, Bu.”

Selesai sholat, Udin pun menuju ke becaknya. Ternyata si Ibu dan asistennya masih nunggu di becak. Diantarlah si Ibu tadi ke pusat perbelanjaan di belakang Masjid Raya. “Bang tunggu disini ya, ntar antar lagi balik ke hotel,” kata si Ibu.

“Iya Bu, tapi kalo Ibu balik lagi ke becak dan pas adzan ashar, ibu tunggu dulu disini krn mau shalat dulu”

Singkat cerita si Ibu kembali ke becak jam 15:30. Kemudian di becak dia nanya dimana Udin tinggal.

Si Ibu penasaran dengan kebiasaan Udin, demi sholat diawal waktu berani meninggalkan penumpang di becak, ga peduli dibayar atau tidak. “Bang, saya pengen tau rumah abang,” kata si Ibu.

“Waduh emangnya kenapa Bu?” tanya Udin kaget.

“Saya pengen kenal sama keluarga abang,” kata si Ibu.

“Jangan Bu, rumah saya jauh. Lagian di rumah saya engga ada apa-apa.”

Si Ibu terus memaksa. Akhirnya setelah menunggu si Ibu sholat jamak dzuhur dan ashar di hotel, mereka pun pergi menuju rumah Udin.

Tapi kali ini Udin pake becak, si Ibu mengikuti di belakangnya pake mobil Merci terbaru.

Setibanya di rumah kontrakan Udin, si Ibu kaget, karena rumahnya sangat kecil. Tapi kok berani tidak dibayar demi sholat.

Mungkin karena penasaran si Ibu nanya. “Bang koq berani engga dibayar?”

“Rezeki itu bukan dr pekerjaan kita Bu, rezeki itu dari Allah, saya yakin itu. Makanya kalo Allah manggil kita harus dateng.”

“hayya 'alalfalaah… kan jelas Bu. Marilah kita menuju kemenangan, kesejahteraan, kebahagiaan. Saya ikhtiar udah dengan narik becak, hasilnya gimana Allah. yang penting kitanya takwa ke Allah ya kan Bu?” kata Udin.

“Saya yakin janji Allah di QS At-Talaq 2-3.” kata Udin. Si Ibu pun terdiam sambil meneteskan air mata.

Setelah dikenalkan dan ngorol dgn keluarga Udin si Ibu pun pamit. Sambil meminta Udin mengantarkannya kembali minggu depan.

“Insya Allah saya siap Bu,” kata Udin. Si Ibu pun pamit sambil memberi ongkos becak ke Istrinya Udin. Setelah si Ibu pergi ongkos becak yang dimasukan kedalam amplop dibuka oleh Udin. Ternyata isinya satu juta rupiah. Udin dan keluarganya pun kaget dan bersyukur atas apa yang telah Allah berikan melewati si Ibu tadi.

Seminggu kemudian Udin mendatangi hotel tempat si Ibu menjanjikan. Setelah bertanya ke satpam, Udin tidak diperbolehkan masuk. Satpam engga percaya ada tamu hotel bintang lima janjian sama seorang tukang becak. Udin ga maksa, dia kembali ke becaknya.

Nah, itu pula yang sering kita lakukan, seringkali kita melihat orang dari penampilannya. Padahal Allah tidak melihat pangkat, jabatan, pekerjaan, harta, warna kulit kita. Allah hanya melihat ketakwaan kita. Karena penasaran Udin ga masuk-masuk ke Lobby Hotel, akhirnya si Ibu keluar, dan melihat Udin sedang tertidur di becaknya.

“Bang, kenapa engga masuk?” Tanya si Ibu sambil membangunkan Udin.

“Ga boleh sama satpam Bu,”jawab Udin.

“Bang, kan kemaren abang yang ngajak saya jalan-jalan pake becak. Sekarang giliran saya ngajak abang jalan-jalan pake mobil saya,” kata si Ibu.

“Lah, Ibu ini gimana sih, katanya mau saya anter ke toko lagi,” kata Udin.

“Iya mau dianter tapi bukan ke toko bang,” kata si Ibu diawal waktu.

Setelah diajak naik mobil Merci nya si Ibu, Udin pun menolaknya, karena dia merasa kebingungan.

“Mau dibawa kemana saya Bu ?”

“Udah saya pake becak saya aja, ngikut di belakang mobil Ibu. Engga pantes saya naik mobil sebagus itu,” kata Udin.

“Lagian becak saya mau ditaro dimana?”

Namun setelah dibujuk oleh sopir dan asisten si Ibu, Udin pun mau ikut naik mobil. Becaknya dititip di parkiran belakang hotel.

Berangkatlah mereka dari hotel. Masih dengan rasa penasaran Udin pun bertanya, “mau kemana sih Bu?”

Di salah satu kantor Bank Syariah, mereka pun berhenti. “Bang, pinjem KTP nya ya”, kata asisten si Ibu.
“Waduh apalagi nih?” pikir Udin.

“Buat apa Neng? Koq saya diajakin ke Bank, trus KTP buat apa?”, kata Udin heran.

Akhirnya asisten si Ibu menjelaskan, bahwa ketika minggu lalu mereka dianter Udin belanja, si Ibu mendapatkan sebuah pelajaran.Pelajaran hidup yang sangat mendalam. Dimana seorang abang becak dengan kehidupan yang pas-pasan tapi begitu percaya kepada janji Allah.

Sementara si Ibu yang merupakan seorang pengusaha besar dan suaminya pun pengusaha, selama ini kadang ragu pada janji Allah. Seringkali, akibat kesibukan mengurus usaha, belanja, meeting dll, dia menunda-nunda sholat. Bahkan tidak jarang lupa sholat.

“Nah sejak minggu lalu setelah pulang dari Bandung, Ibu mulai merubah kebiasaannya. Dia selalu berusaha sholat awal waktu”, kata asisten.

Saat pulang ke Jakarta, suaminya pun heran dengan perubahan si Ibu. Padahal dia juga punya kebiasaan yang sama dengan istrinya. Setelah diceritakan asal mula perubahan itu, suaminya pun menyadari, bahwa selama ini mereka salah. Terlalu mengejar dunia. Oleh karena itu Ibu dan suaminya ingin menghadiahi abang Udin untuk berangkat haji. Mendengar akan DIBERANGKATKAN IBADAH HAJI, Udin pun kaget campur bingung.

Dengan spontan Udin MENOLAK hadiah itu. “Engga mau neng, saya engga mau berangkat haji dulu. Meskipun itu doa saya tiap hari.”

“Loh koq engga mau Bang?” kata asisten kaget.

“Apa kata tetangga dan sodara2 saya nanti neng, saat saya pulang berhaji. Koq ke haji bisa tapi masih ngebecak?”

“Memang berangkat haji adalah cita2 saya. Tapi nanti setelah saya mendapatkan pekerjaan selain narik becak neng.”

Akhirnya asisten berdiskusi dgn si Ibu. Sambil menunggu mereka diskusi. Udin pun tidak henti2nya bertanya pada Allah.
“Ya Allah pertanda apakah ini?” kata Udin.

Tidak lama si Ibu menghampiri Udin dan bertanya “Bang, kan abang bisa bawa mobil, bagaimana kalau menjadi supir di perusahaan saya di Jakarta?”

“Waduh … Jakarta ya, Bu? Ntar, keluarga saya gimana disini. Anak-anak masih butuh bimbingan saya. Apalagi semuanya perempuan. Kayaknya engga deh Bu. Biar saya pulang aja deh. Insya Allah kalau Allah ridho lain kali pasti saya diundang untuk berhaji.”

Akhirnya si Ibu membujuk Udin untuk mendaftar haji dulu. Brangkatnya mau kapan terserah, yang penting dia menjalankan amanat suaminya. Kemudian si Ibu menelpon suaminya, menjelaskan kondisi yang ada mengenai Udin. Setelah selesai mendaftar haji di Bank, kemudian mereka pergi menuju sebuah dealer mobil.

“Kok masuk ke dealer mobil, Bu? Ibu mau beli mobil lagi? Mobil ini kurang gimana bagusnya?” kata Udin bingung. Sambil tersenyum si Ibu meminta Udin menunggu di mobil. Dia pun turun bersama asistennya. Selang setengah jam, si Ibu kembali ke mobil sambil membawa kwitansi pembayaran tanda jadi mobil.

“Nih bang, barusan saya sudah membayar tanda jadi pembelian mobil angkutan umum, pelunasannya nanti kalau trayek sudah diurus.”

“Mobil angkutan umum ini buat bang Udin, hadiah dari suami saya.” Kata si Ibu.

“Jadi sambil menunggu keberangkatan abang ke haji tahun depan, abang bisa menabung dengan usaha dari mobil angkutan milik sendiri.”

Sambil meneteskan air mata tidak henti-hentinya Udin mengucap syukur kepada Allah.

“Ini bukan dari saya dan suami saya, ini dari Allah melalui perantaraan saya,” kata si Ibu.

“Hadiah karena abang selalu menjaga sholat diawal waktu. Dan itu menjadi pelajaran yang sangat berharga bagi saya dan suami.”

“Mudah-mudahan kita semua bisa istiqomah menjaga sholat awal waktu, ya, bang,” kata si Ibu.

Akhirnya mereka pun kembali ke hotel, namun sebelumnya mampir di masjid untuk sholat dzuhur berjamaah. Setelah sholat dzuhur kemudian makan siang, mereka pun berpisah. Udin pulang ke rumah dengan becaknya. Si Ibu langsung ke Jakarta.

Setelah itu kehidupan Udin semakin membaik. Dia sudah memiliki rumah sendiri, walapun nyicil. Yang tadinya dia seorang supir angkot dan abang becak, sekarang dia jadi pemilik angkot dan sudah berhaji.

Subhanallah, Alhamdulillah
Sampai saat ini Udin masih terus menjaga sholat awal waktu, malah semakin yakin dengan janji Allah. Cerita ini merupakan KISAH NYATA.

Semoga bisa menjadi inspirasi bagi kita semua, dan menjadikan kita semakin yakin dengan janji Allah.

Sahabat, .. poin dari cerita ini adalah ketika Allah berkehendak, semuanya akan menjadi nyata. Mari kita jaga sholat diawal waktu, untuk mendapatkan keberkahan dari-Nya. Yakinlah Allah selalu menjaga hamba-hamba Nya yang bertakwa.
Masya Allah

Salam santun dan keep istiqomah ..
(Subhanallah & Semoga Bermanfaat)

Jumat, 21 April 2017

Menuju masa tua

Boleh numpang berbagi kan buat saudaraku semua
    
*"MENUJU MASA TUA*

*1. Sisa umur ini pendek,*
"selagi selera.....makanlah"
"selagi layak........pakailah"
"Selagi manfaat......belilah"
"Selagi bisa........berbagilah"
"Silaturahmi......lakukanlah"
*Nikmati hidup apa adanya.*

*2.* Dulu kita berusaha, utk memiliki. Kini saatnya untuk melepas, harta, tahta, anak, istri / suami semua akan kembali kepada-NYA. *Bahagia terletak pada  keikhlasan.*

*3.* Sehari berlalu, umur berkurang, berbuat baiklah karena *kita tidak tahu kapan akan dipanggil.*

*4.* Hidup ini sangat singkat dalam sekejap kita mulai tua dan *pasti masuk pusara..*

*5.* Jangan tengok ke atas akan selalu kurang, tengok ke bawah bisa merasa cukup dan sykuri apa adanya pasti bahagia. *Bersyukurlah..*

*6.* Yang terbaik adalah berbuat  baik, membantu orang lain, *Jangan  menyakiti, latih diri dgn berbaik sangka , agar sehat lahir batin.*

*7.* Kasih orang tua tidak ada batas. Sadarlah, bila anak sakit, orang tua bagai teriris, bila orang tua sakit anak cuma tengok dan bertanya.
Anak-anak memakai uang orang tua seperti keharusan, tetapi orang tua memakai uang anak pasti rikuh. *Cukupilah diri sendiri jangan berharap pemberian anak.*

*8.* Rumah orang tua adalah rumah anak, tetapi rumah anak bukanlah rumah orang tua. *Sadarilah.*

*9.* Orang tua selalu mendoakan anak, tapi anak jarang  mendoakan orang tua. Maka *bekali kubur kita dgn amal yg banyak, jangan bergantung pada doa anak.*

*10.* Kebaikan dan keburukan sebagai ujian dan tdk akan berakhir sampai kita mati. *Sikapi dgn syukur dan sabar.*

SELAMAT MENIKMATI HARI TUA...

*BARAKALLOH FIIKUM*

Selasa, 18 April 2017

Bagaimana wanita bersedekah?

Assalamualaikum,

Bagaimana wanita bisa bersedekah, sdg mayoritas mereka adalah ibu rumah tangga dan mereka juga tdk punya gaji atau gaji tdk seberapa utk disedekahkan?

Apabila kita sebagai wanita mendengar ttg keutamaan sedekah, kita merasa perih dan berandai
seraya berkata: "Bagaimana, sdg aku tak memiliki uang?"
Kendati demikian, kita segenap wanita diperintahkan utk bersedekah.

*Rosululloh SAW  bersabda:*

"Wahai segenap wanita, bersedekahlah, dan perbanyaklah istighfar, sebab aku melihat kalian sebagai mayoritas penghuni neraka."

Dan sabda beliau itu menambah khawatir dan rasa takut pada diri kita.
Dan solusinya?

Sebenarnya mudah, sesungguhnya karunia dan kemurahan Alloh Ta'ala begitu luas dan tiada henti.
Dia menjadikan sedekah bukan hanya sebatas harta. Namun, setiap pintu kebaikan adalah sedekah.

*Berikut contoh-2nya:*

Sedekah itu beraneka ragam:

1. Setiap tasbih dan tahmid adalah sedekah.

2. Setiap takbir dan tahlil adalah sedekah.

3. Amar ma'ruf nahi munkar Anda (Menganjurkan yg baik dan Mencegah yg buruk) adalah sedekah.

4. Bukalah WA, LINE, FB, BBM Anda setiap hari, bersedekahlah dg cara mengirim ucapan2 yg baik kpd semua yg Anda kenal, dan setiap kalimat yg baik adalah sedekah.

5. Senyum Anda kpd suami dan anak2 Anda, serta kpd sesama kaum muslimat adalah sedekah.

6. Dua rakaat *dhuha* menyamai 360 sedekah.

7. Tahanlah diri Anda dari keinginan untuk berbuat buruk, itu pun sedekah.

8. Singkirkanlah setiap bentuk gangguan yg dpt mencelakakan orang dijalan, itupun sedekah.

9. Ucapkanlah salam kpd siapa saja yg Anda temui, itupun sedekah.

10. Berilah makan pembantu Anda dg makanan yg juga Anda dan keluarga Anda makan, itupun sedekah.

11. Berilah makan burung atau binatang lainnya atau manusia, itupun sedekah.

12. Muliakanlah tamu di rumah Anda yg melebihi 3 hari, itupun sedekah.

13. Berusahalah menolong dan membantu orang lain, baik dg materi maupun non materi, itupun sedekah.

14. Tuntutlah ilmu agama, ajarkan dan sebarkan, baik dg cara mendengar, membaca, atau menulis sesuai kemampuan Anda, itupun sedekah.

15. Seteguk air yg Anda berikan untuk orang yg haus adalah sedekah.

Milik Allohlah segala puji dan karunia.

*Kaidah Penting:*

Lakukanlah secara ikhlas dan tanpa mengharapkan balasan dari siapapun...

Karib kerabat lebih Utama untuk mdpt kebaikan kita (kedua orang tuamu, suami, dan anak-2mu). Mereka yg paling utama. Lalu yg paling dekat, kemudian yg terdekat.

Perlu diingatkan bahwa
"Sedekah itu menghapus dosa, sebagaimana air mematikan api".

Rabu, 25 Januari 2017

January 28


All men born equal
The LIMITED EDITION born in January28, such as :
Elijah Wood, Iowa, USA, January 28, 1981, Movie Actor
Nick Carter, New York, USA, January 28, 1980, Pop Singer
Gianluigi Buffon, Carara, Italy, January 28, 1978, GoalKeeper
Takuma Sato, Shinjuku, Japan, January 28, 1977, F1 Racer
Hariyono, Pajarakan, Indonesia, January 28, 1976, Big Dreamer

In this day, may Allåh (سبحانه وتعالى) give me strength and patient to face the world. Aamiin.

الْحَمْدُ للَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْن

Thanks to Allåh (سبحانه وتعالى) that always be there for me.

Thanks to all my family, all my friends that make me became who I am like now. I'm amazing because all of you are amazing, too. Keep on rockin'.

Senin, 02 Maret 2015

Kiat Ampuh untuk Menjadi Pribadi yang Mudah Bersyukur

Dunia ini fana. Manusia hidup di dunia sekejap saja. Toh, kehidupan dunia yang hanya sementara ini nyatanya telah menjebak banyak manusia untuk tenggelam mencari kesenangan yang seolah tidak ada habisnya. Kehidupan akhirat yang kekal abadi pun kemudian terlupakan.

Ya, keinginan manusia akan kesenangan hidup ini seolah tidak ada batasnya. Setelah terpenuhi satu keinginan, akan muncul keinginan yang lain, begitu seterusnya.
Hingga segala cara akan ditempuh demi menggapai keinginan akan kesenangan atas segala hal yang bersifat duniawi, tidak peduli lagi baik buruk, halal haram, dan dosa serta neraka. Yang penting dapat hidup senang bergelimang harta dan memiliki kedudukan.

Seandainya manusia mengetahui betapa kehidupan akhirat itulah sebenar-benar kehidupan, kehidupan yang tidak ada lagi kematian, tentu mereka akan mengambil apa-apa yang ada dalam kehidupan dunia ini sedikit saja dan seperlunya. Sayangnya, kesadaran akan hal ini faktanya tidak dimiliki semua orang. Hingga mereka menjadi sedemikian rakus. Ibaratnya, seluruh isi dunia ini pun masih kurang untuk memuaskan keserakahannya.
Kita tentu berlindung kepada Allah dari sifat rakus dan selalu merasa kurang ini sehingga tidiak terjerumus melakukan tindakan-tindakan yang dilarang karena memperturutkan hasrat duniawi. Cara paling ampuh untuk membentengi diri dari sifat serakah dan tidak pernah puas adalah senantiasa bersyukur.

Bersyukur akan mendekatkan diri kita kepada Allah SWT. Dengan bersyukur kita akan selalu merasa cukup dengan nikmat yang limpahkan Allah, sedikit atau banyak.
Bersyukur juga akan menjadikan kita tetap rendah hati dan jauh dari sifat sombong sebab kita menyadari bahwa semua yang ada pada diri kita sekarang adalah pemberian Allah semata.
Bersyukur akan membuat jiwa kita diliputi kasih sayang, baik kepada sesama manusia maupun alam. Sebab, dengan kesyukuran kita, kita akan memiliki kesanggupan untuk berbagi dan melindungi. Bukan mengeksploitasi dan menerkam sesama manusia serta alam hanya demi menumpuk harta dunia.
Rasa syukur akan membuat hati dan jiwa kita tenteram. Kita tidak akan gelisah oleh banyaknya keinginan yang belum terpenuhi dan ambisi yang belum tercapai.
Sungguh syukur akan membuat hidup kita menjadi indah dan bahagia.Allah pun memerintahkan kepada manusia agar senantiasa bersyukur, sebagaimana diterangkan dalam banyak ayat Al-Qur’an. Allah juga menjanjikan bahwa siapa yang bersyukur pasti akan ditambah nikmatnya. Sebaliknya, bagi siapa kufur atas nikmat Allah, maka ia akan mendapatkan siksa yang pedih.

Sifat penuh rasa syukur akan memuliakan kedudukan seorang insan. Sebaliknya, tanpa rasa syukur, seseorang hanya akan menjadi pribadi pengeluh, selalu merasa kurang, tidak ingat untuk berbagi, bahkan sanggup melakukan cara apa saja demi mewujudkan ambisi atau menyesap kesenangan hidup yang tiada berujung.
Lantas, bagaimana caranya agar kita dapat menjadi orang yang senantiasa bersyukur? Kita dapat menjadi hamba Allah yang mudah bersyukur dengan membiasakan diri melakukan hal-hal berikut ini.

1. Melihat ke bawah untuk urusan duniawiDengan melihat ke bawah, kita akan mengetahui bahwa kita jauh lebih beruntung dan jauh lebih kaya dibandingkan jutaan manusia di muka bumi ini.
Banyak saudara kita yang tidak dapat makan, tidak memiliki tempat tinggal, menderita penyakit parah, hidup di daerah konflik, atau mengalami musibah bencana alam. Dibandingkan dengan mereka, bukankah apa yang ada pada diri kita jauh lebih baik? Jadi, tidak ada alasan kita tidak bersyukur bukan?

2. Selalu mengingat nikmat yang kita terima dari AllahKita tidak mungkin dapat menghitung nikmat yang kita terima dari Allah SWT saking banyaknya nikmat tersebut. Namun, selalu mengingat sebagian nikmat tersebut akan membawa kita pada rasa syukur.

3. Selalu mengucapkan alhamdulillahUcapan alhamdulilllah yang kita ucapkan setiap kali mendapatkan karunia dari Allah akan mengingatkan kita betapa Allah adalah Maha Pengasih dan Penyayang, yang selalu memberikan yang terbaik bagi manusia. Ucapann ini akan mengingatkan kita agar tidak lupa bersyukur.

4. Membiasakan diri untuk mengucapkan terima kasihUcapan terima kasih yang kita ucapkan setiap kali menerima kebaikan dari orang akan membiasakan kita untuk senantiasa bersyukur atas hal baik yang kita terima.

5. Berhenti mengeluhKetika menghadapi kenyataan yang tidak sesuai harapan, kita kerap kali tergoda untuk mengeluh. Mulailah mengubah kebiasaan ini. Lebih baik berhenti mengeluh dan segera produktif berkarya sehingga hasil yang baik akan kita dapat dan kita pun akan lebih mudah bagi kita untuk bersyukur.

Jumat, 26 Juli 2013

Arti Pegangan Cewek Kalau Di Motor



Arti Pegangan

Holaaaa… setelah 2 minggu absen, akhirnya birahi untuk menulis blog kembali timbul.  Nah, kali ini saya dan Nopri ingin membahas tentang arti pegangan dalam kehidupan sehari-hari. Seperti yang kita tahu, jenis pegangan itu bermacam-macam, misalnya kalo bingung pasti disuruh pegangan, lewat jembatan pasti pegangan, loncat-loncat di pohon juga pegangan #iya tau ini pasti monyet.
Setiap pegangan-pegangan tersebut mempunyai arti masing-masing. Nah, contohnya ialah jika ada orang yang berkata seperti ini:
Bingung? Pegangan Sono… !!!

Pernyataan di atas itu artinya apa? Hmm.. kasih tau gak yaaaa… *ngomong sambil ngemut sendal. Oke, sebenernya gini, bingung itu terjadi karena terdapat perbedaan antara realita dan logika, nah perbedaan tersebut akan mengakibatkan ketidakseimbangan dalam diri, makanya kalo bingung disuruh pegangan.
Ngerti gak? Sama, saya juga gak ngerti, lagian hari gini mau aja nulis topik beginian, orang lain udah pada sibuk pacaran, ini masih ngomongin tentang pegangan #nasib..nasib… Sabar We.. Da Hirup Mah Peurih (Sabar Aja, Hidup Memang Sulit) #puk..puk..puk..
Tapi daripada bingung terus jadinya bengong dan ujung-ujungnya ngelamun saru, mending kita kulik yuk arti pegangan pacar kamu saat dibonceng naik motor. Lah, terus yang jomblo pegangan apa? Oke untuk saat ini yang jomblo silakan pegang remot tipi aja yaaa…. #sungguh mengenaskan. Nah, untuk yang punya pacar, nih Nopri kasih tau, sebenernya apa sih anggapan pacar kamu kalo lagi pegangan saat dibonceng naik motor. Check It Out..

Pegangan Dengan Memeluk

 

Yang pertama ialah pegangan dengan memeluk pinggang. Nah, kalo udah begini gak diragukan lagi deh kalo pacar kamu berarti sayaaannggg bangeeettt sama kamu. Memeluk pinggang saat naek motor dapat juga berarti kamu adalah orang yang bisa diandalkan oleh pacar kamu.
Tapi terkadang kita jangan Ge-eR dulu kalo pacar suka meluk-meluk, karena memeluk pinggang saat dibonceng naik motor bisa juga berarti kalo pacar kamu gak mau kehilangan kamu… sebagai tukang anter jemputnya… #yang sabar ya nak…

Pegangan Besi Belakang

 

Nah, jika saat kamu naik motor berdua dengan pacar kamu lalu dia pegangan besi belakang motor, maka mari kita mengheningkan cipta sejenak, karena kamu telah sukses dianggap sebagai tukang ojeg nya. Mangga.. Upami Hoyong Nangis Mah… (Silakan kalau mau nangis)
Bayangin aja broohh, dia itu merasa lebih aman kalo megang besi belakang dibandingkan kalo megang kamu. Kalo udah begini mending buru-buru jual motor kamu, kan lumayan tuh saingan berkurang satu #ini ngomongin apa ya?

Pegangan Kepala

 

Lain lagi kalo pacar kamu pegangan kepala saat dibonceng naik motor. Ini artinya dia perhatian banget sama kamu, kalo kebetulan lagi gak pake helm, dia gak mau rambut kamu acak-acakan saat naik motor. Udah muka pas-pasan, masih juga ditambah rambut acak-acakan, ujung-ujungnya kan malu-maluin dia juga.
Bisa juga karena saking perhatiannya, memegang kepala saat naik motor berarti pacar kamu mau nyariin kutu-kutu yang nyangkut di kepala kamu, hebat kan? #sebenernya ini pacar apa monyet kelaperan sih?

Tidak Pegangan

 

Nah jenis yang terakhir ialah tidak pegangan saat naik motor. Kalo ini bisa berarti macem-macem nih, yang pertama ialah dia gak mau megang kamu karena kamu bukan muhrimnya. Kebanyakan tipe ini adalah pacar yang pake jilbab, kebanyakan yaaaa… bukan berarti semuanya.
Tidak pegangan bisa juga berarti pacar kamu masih malu-malu gitu deh mau megang kamunya. Biasanya sih, ini khusus yang baru-baru mulai pacaran, kan gak enak kalo langsung pegangan nanti kamunya ke-ge-er-an lagi.
Disamping itu, tidak pegangan dapat juga diartikan kalo pacar kamu adalah orang yang suka dengan gaya lepas tangan. Kalo yang ini rada bahaya nih, bisa bisa kalo motor kamu mogok, dia malah lepas tangan ninggalin kamu pacaran bedua sama motor tua-jelek-butut mogok pula.
Begitulah kira-kira cara kita menilai anggapan pacar kamu dari cara dia pegangan. Mau pegangan gaya apapun, yang penting ialah kamu dan dia masih bisa jalan-jalan naik motor sambil pegangan, dibandingin yang jomblo, kerjaannya cuma pegangan tembok sambil melukin tiang listrik.
Yang paling penting inget ya, dia menaruh harapan hidupnya sama kamu saat dibonceng motor, makanya jangan kebut-kebutan kalo lagi pacaran. #pisss…
Kalau suka, jangan lupa Like yaa...

Selasa, 23 Juli 2013

Aku Bangga Menjadi Seorang Muslim


“Aku menjumpai jaman di mana Islam kembali menjadi asing sebagaimana permulaannya dulu,” ungkap Ahmad bin Ashim Al-Anthoki. Lebih lanjut beliau mengatakan, "Menjelaskan kebenaran menjadi asing. Jika aku menemui seorang alim, aku dapati dia terfitnah oleh dunia, cinta popularitas dan kedudukan. Dan jika aku menemui seorang ahli ibadah, aku dapati dia bodoh dipermainkan oleh iblis. Dia merasa telah mencapai tingkat ibadah tertinggi, padahal dia tidak paham ibadah yang terendah sekali pun, maka bagaimana dia sampai pada tingkat ibadah yang tinggi. Sedangkan sisanya adalah manusia rusak sesat, serigala-serigala koruptor, binatang buas pemangsa dan musang yang berlarian."
Itulah suasana hidup yang dirasakan oleh Ahmad bin Ashim sebelas abad lalu. Padahal masa itu masih sangat dekat dengan masa orang-orang baik. Ternyata, umat telah berada di antara ulama yang teracuni dunia dan ahli ibadah yang beribadah tanpa dilandasi ilmu. Sementara sisanya hidup tak beraturan bagai binatang. Saling memangsa, saling menjerat, saling menyesatkan.
Hari ini kita makin jauh dari masa kebaikan itu. Cahaya kebaikan itu semakin redup. Jendela-jendela kebaikan sudah nampak kusam dan tak terawat. Sementara yang nampak mentereng adalah pintu-pintu dosa yang dilapisi emas. Dalam masyarakat muslim sekalipun. Di saat seperti itulah, terasa sulit untuk bertahan dengan komitmen yang kuat pada Islam. Karena kita akan menjadi “tontonan" aneh. Ibadah sunah, bahkan sebagian ibadah wajib menjadi asing di mata umat Islam sendiri. Tentu kita merasa risih jika semua mata memandang ke arah kita dan semua jari menunjuk pada kita terheran-heran.
Sementara kita dituntut untuk bangga terhadap Islam yang agung ini. Justru di sinilah masalahnya. Tidak mungkin kita akan mendalami Islam dan lebih dekat dan selalu dekat pada Allah tanpa bangga terlebih dahulu. Keterikatan batin dengan Islam menjadikan semua aktifitas hidup berorientasi selalu untuk Islam. Walau berbeda aktifitas, tetapi tetap satu untuk Islam. Dari mulai derai tawa hingga urai air mata. Dari pagi buta hingga waktu senja. Semuanya untuk Islam, Kebanggaan pada Islam lah yang mengawalinya.
Islam ini semuanya membanggakan. Semua sisinya mengagumkan. Setiap sudut-nya menebarkan cahaya dan kedamaian, yang hari ini menjadi barang langka yang tiba-tiba hilang. Nabi tak pernah salah ketika mengatakan, “Dua ajaran Islam yang membuat orang-orang Yahudi iri, ucapan amin dan salam." Amin dan salam, keduanya adalah do’a. Do’a yang dibaca dalam keseharian muslim. Lebih dari itu, amin adalah suara kebersamaan. Sementara salam adalah menebarkan keselamatan dan kedamaian dalam masyarakat Islam. Kini salam itu hampir saja punah dari lisan kita. Jarang juga terdengar di setiap perjumpaan di jalan dengan sahabat, teman atau tetangga. Padahal seharusnya salam itu bukan hanya untuk mereka yang kita kenal. Tetapi siapa saja muslim walau tidak pernah kita kenal, maka ucapkanlah salam. "Bacalah salam kepada yang kamu kenal ataupun yang tidak kamu kenal,” sabda Nabi. Bersyukur kita, kata amin masih terdengar dari setiap jamaah sholat. Semoga saja kebersamaan juga terbentuk bersama kata-kata amin yang selalu diucapkan bersama selepas imam sholat.
Rasulullah menunjukkan kepada kita bagaimana harus bangga dengan Islam. Di depan siapa pun, muslim ataupun non muslim. Dalam situasi apapun dan di mana pun. Dengan tanpa beban, bahkan dengan begitu bangga Rasulullah melantunkan ayat per ayat dan menyelesaikan rakaat-rakaat di samping Ka’bah. Kalau Ka’bah ketika itu seperti Ka’bah hari ini, tentu ini bukan masalah. Masalahnya terletak ketika Ka’bah saat itu dikotori oleh tiga ratus enam puluh patung di bawah pengawasan para pembesar Quraisy yang biasa duduk-duduk di hadapan Hijr Ismail. Di tengah pendukung da’wah yang bisa terhitung oleh jari tangan. Sebagaimana yang dikatakan oleh Mujahid, “Ada tujuh orang pertama yang mengumandangkan Islam, Rasulullah, Abu Bakar, Khabbab, Shuhaib, Bilal, Ammar dan Sumayyah.”
Bangga dengan Islam itu harus. Rasa bangga itu bak tunas yang tidak akan pernah besar, bahkan bisa layu, jika tidak terus kita sirami. Disirami dengan berani menghidupkan ibadah wajib dan sunah dengan berbagai resikonya. Seperti Imam Waki yang dikenal begitu rajin beribadah, mulai dari sholat, puasa dan ibadah lainnya. Ketika suatu saat ditanya apa yang melandasi perbuatannya itu, ia menjawab singkat, “Karena senangnya aku dengan Islamku ini.”
Sebagai muslim kita harus bangga dengan Islam. Tetapi sebagai manusia, tidak boleh kita bangga dengan “kemanusiaan" kita, yang menjerumuskan pada kesombongan. Setinggi apapun derajat kita, tidak mungkin kita bisa menyamai tingginya gunung. Dan sehebat apapun kita, tidak mungkin mampu menembus bumi. Wallahu’alam

Kamis, 18 Juli 2013

Kendalikan Nafsu Minum Berlebih Saat Berbuka Puasa

Terkadang nafsu minum kita meningkat tajam saat berbuka puasa. Ketika adzan maghrib berkumandang, hasrat untuk minum sebanyak-banyaknya pun kerap dilakukan dengan dalih mencegah dehidrasi alias kekurangan cairan. Sehatkah cara ini?
Ternyata tindakan minum berlebihan ternyata dapat menimbulkan bahaya. "Minum berlebihan saat buka puasa itu berbahaya, tidak heran jika Allah SWT telah telah mengingatkan dalam firmannya bahwa Allah membenci segala sesuatu yang berlebihan," kata Pramono, ahli gizi dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ulin Banjarmasin.
Masih banyak yang beranggapan minum dalam junmlah yang besar itu menyehatkan, bahkan ada yang menerapkan metode terapi air dengan cara minum 1-2 liter air sekaligus ketika bangun pagi. Memang Air merupakan kebutuhan vital bagi manusia sekitar 60 % tubuh manusia terdiri dari air. Secara fisik manusia bisa hidup tanpa air alias menahan haus hingga maksimal 3-5 hari. Sementara untuk menahan lapar manusia bisa bertahan tidak makan hingga 8 minggu dengan catatan masih mengonsumsi air. Tapi jika kondisi fisik orang tersebut baik, maka bisa membuat seseorang bertahan lebih lama lagi.
Setiap hari orang kehilangan cairan melalui keringat, urin, feses bahkan saat bernapas hingga 1,5 liter per hari. Air sangat penting untuk organ-organ dalam tubuh agar bisa bekerja dengan baik. Meskipun air sangat penting akan tetapi prinsip bahwa tidak boleh berlebihan harus dipegang teguh karena jika kita minum air secara berlebihan maka ternyata bahayanya sama mengerikannya jika kita kekurangan.
Mengapa kelebihan minum juga bahaya? Jangan berfikir jika kita minum berlebihan keluarnya air tersebut begitu mudah dan menganggap air bisa dikeluarkan melalui urine. Ternyata pikiran itu salah, karena air tesebut ternyata harus melalui proses sirkulasi darah dan filtrasi di ginjal.
Dalam tulisannya yang dikutip Tribunnews.com dari grup Gerakan Sadar Gizi, Pramono merincikan apa bahaya yang terjadi jika minum berlebihan.
1. Organ jantung jadi bekerja berat untuk memompa kelebihan air tersebut agar tidak menyebakan penumpukan cairan di jaringan tubuh maupun pengenceran darah dan gangguan sistem elektrolit yang bisa berakibat fatal.
Pada Lansia sudah banyak yang mengalami kemunduran fungsi jantung, hati, ginjal dan otak, justru harus lebih berhati-hati terhadap efek kelebihan cairan, karena akan memperparah kerja organ dan dapat memicu terjadinya "gagal jantung" bahkan kematian.
2. Minum terlalu banyak sebelum, saat atau setelah berolahraga ini menyebabkan timbulnya kondisi berbahaya yang disebut exercise- associated hyponatraemia (EAH). Terkadang kondisi ini disebut intoksikasi air yang ditandai dengan rendahnya konsentrasi natrium di dalam darah dan menyebabkan otak membengkak. Akibatnya penderita menjadi kebingungan, kehilangan kesadaran dan mengalami kejang, sampai terjadi kematian. Salah satu contohnya adalah kematian David Rogers ketika mengikuti lomba London Marathon pada tahun 2007, kematian seorang pelari maraton wanita asal AS pada tahun 1993 dan juga kematian pemain sepak bola Amerika, Paul Allen, pada tahun 2010.
3. Organ otak pun bisa mengalami pembengkakan akibat kelebihan cairan yang bila tidak cepat diatasi akan menyebabkan kejang, kelumpuhan bahkan kematian.
4. Organ ginjal akan bekerja lebih keras untuk menyaring darah dan mengeluarkan air yang berlebihan itu.
5. Dalam jangka panjang akan menyebabkan kelelahan dan kerusakan dini pada organ-organ tubuh kita.
Jadi bijaklah dalam memenuhi kebutuhan minum jangan kekurangan dan jangan kelebihan manfaatkan sinyal haus yang diberikan Tuhan sebagai sinyal untuk segera minum agar tidak dehidrasi alias kekurangan cairan tetapi jangan sampai berlebihan minumnya.
Perlu diketahui anjuran minum 2 liter atau 8 gelas sehari tidak mutlak karena yang benar kebutuhan cairan sangat dipengaruhi keadaan misalnya umur ,aktifitas, suhu lingkungan dll. Lebih baik dengan minum sedikit tetapi frekuensinya sering dari pada minum sekaligus dalam jumlah banyak

Selasa, 19 Februari 2013

MANUSIA di bentuk melalui KESUKARAN, TANTANGAN & AIR MATA

Jika semua yang kita kehendaki terus kita MILIKI, darimana kita belajar IKHLAS Jika semua yang kita impikan segera TERWUJUD, darimana kita belajar SABAR Jika setiap doa kita terus DIKABULKAN, bagaimana kita dapat belajar IKHTIAR. Seorang yang dekat dengan Tuhan, bukan berarti tidak ada air mata Seorang yang taat pada Tuhan, bukan berarti tidak ada kekurangan Seorang yang tekun berdoa, bukan berarti tidak ada masa sulit Biarlah Tuhan yang berdaulat sepenuhnya atas hidup kita, karena Dia tahu yang tepat untuk memberikan yang terbaik. Ketika kerjamu tidak dihargai, maka saat itu kamu sedang belajar tentang KETULUSAN Ketika usahamu dinilai tidak penting, maka saat itu kamu sedang belajar KEIKHLASAN Ketika hatimu terluka sangat dalam, maka saat itu kamu sedang belajar tentang MEMAAFKAN. Ketika kamu lelah dan kecewa, maka saat itu kamu sedang belajar tentang KESUNGGUHAN Ketika kamu merasa sepi dan sendiri, maka saat itu kamu sedang belajar tentang KETANGGUHAN Ketika kamu harus membayar biaya yang sebenarnya tidak perlu kau tanggung, maka saat itu kamu sedang belajar tentang KEMURAHAN HATI. Tetap semangat…. Tetap sabar…. Tetap tersenyum….. Karena kamu sedang menimba ilmu di UNIVERSITAS KEHIDUPAN TUHAN menaruhmu di “tempatmu” yang sekarang, bukan karena “KEBETULAN” Orang yang HEBAT tidak dihasilkan melalui kemudahan, kesenangan, dan kenyamanan MEREKA di bentuk melalui KESUKARAN, TANTANGAN & AIR MATA.

Kamis, 14 Februari 2013

Kisah Sebuah Pensil

Seorang anak bertanya kepada neneknya yang sedang menulis sebuah surat. "Nenek lagi menulis tentang pengalaman kita ya? atau tentang aku?" Mendengar pertanyaan si cucu, sang nenek berhenti menulis dan berkata kepada cucunya, "Sebenarnya nenek sedang menulis tentang kamu, tapi ada yang lebih penting dari isi tulisan ini yaitu pensil yang nenek pakai". "Nenek harap kamu bakal seperti pensil ini ketika kamu besar nanti" ujar si nenek lagi. Mendengar jawab ini, si cucu kemudian melihat pensilnya dan bertanya kembali kepada si nenek ketika dia melihat tidak ada yang istimewa dari pensil yang nenek pakai. "Tapi nek sepertinya pensil itu sama saja dengan pensil yang lainnya." Ujar si cucu Si nenek kemudian menjawab, "Itu semua tergantung bagaimana kamu melihat pensil ini." "Pensil ini mempunyai 5 kualitas yang bisa membuatmu selalu tenang dalam menjalani hidup, kalau kamu selalu memegang prinsip-prinsip itu di dalam hidup ini." Si nenek kemudian menjelaskan 5 kualitas dari sebuah pensil. "Kualitas pertama, pensil mengingatkan kamu kalo kamu bisa berbuat hal yang hebat dalam hidup ini. Layaknya sebuah pensil ketika menulis, kamu jangan pernah lupa kalau ada tangan yang selalu membimbing langkah kamu dalam hidup ini. Kita menyebutnya tangan Tuhan, Dia akan selalu membimbing kita menurut kehendakNya" . "Kualitas kedua, dalam proses menulis, nenek kadang beberapa kali harus berhenti dan menggunakan rautan untuk menajamkan kembali pensil nenek. Rautan ini pasti akan membuat si pensil menderita. Tapi setelah proses meraut selesai, si pensil akan mendapatkan ketajamannya kembali. Begitu juga dengan kamu, dalam hidup ini kamu harus berani menerima penderitaan dan kesusahan, karena merekalah yang akan membuatmu menjadi orang yang lebih baik". "Kualitas ketiga, pensil selalu memberikan kita kesempatan untuk mempergunakan penghapus, untuk memperbaiki kata-kata yang salah. Oleh karena itu memperbaiki kesalahan kita dalam hidup ini, bukanlah hal yang jelek. Itu bisa membantu kita untuk tetap berada pada jalan yang benar". "Kualitas keempat, bagian yang paling penting dari sebuah pensil bukanlah bagian luarnya, melainkan arang yang ada di dalam sebuah pensil. Oleh sebab itu, selalulah hati-hati dan menyadari hal-hal di dalam dirimu". "Kualitas kelima, adalah sebuah pensil selalu meninggalkan tanda/goresan. Seperti juga kamu, kamu harus sadar kalau apapun yang kamu perbuat dalam hidup ini akan meninggalkan kesan. Oleh karena itu selalulah hati-hati dan sadar terhadap semua tindakan".

Senin, 19 Maret 2012

Selasa, 17 Januari 2012

Apakah Kebahagiaan?


Jika Anda bertanya-tanya apa kebahagiaan, tidak merasa sendirian.
Filsuf, penulis dan pemimpin telah mencoba untuk datang dengan definisi kebahagiaan selama ribuan tahun.

"Carilah kebahagiaan tidak terlalu rakus, dan tidak takut kebahagiaan."
Lao-tzu (604 SM - 531 SM), filsuf Cina

"Kebahagiaan tergantung pada dirimu."
Aristoteles (384 SM - 322 SM), filsuf Yunani

"Puncak kebahagiaan tercapai ketika seseorang siap menjadi apa dia."
Desiderius Erasmus (1466 - 1536), humanis Belanda

"Hiburan adalah kebahagiaan orang-orang yang tidak bisa berpikir."
Alexander Pope (1688 - 1744), penyair Inggris

"Kebahagiaan: rekening bank yang baik, seorang juru masak yang baik dan pencernaan yang baik."
Jean Jacques Rousseau (1712 - 1778), filsuf Perancis

"Saya semakin yakin bahwa kebahagiaan kita atau ketidakbahagiaan tergantung jauh lebih pada cara kita memenuhi peristiwa dalam kehidupan dari pada sifat dari peristiwa itu sendiri."
Wilhelm von Humboldt (1767 - 1835), filsuf Jerman

"Akan ada sedikit menggosok dan kekecewaan mana-mana, dan kita semua cenderung untuk berharap terlalu banyak, tetapi kemudian, jika satu skema kebahagiaan gagal, sifat manusia berubah menjadi lain, jika perhitungan pertama adalah salah, kita membuat kedua lebih baik: kita menemukan kenyamanan di suatu tempat. "
Jane Austen (1775 - 1817), Inggris penulis, Mansfield Park

"Kemerdekaan adalah kebahagiaan."
Susan B. Anthony (1820 - 1906), pemimpin hak pilih perempuan Amerika

"Turunkan kebahagiaan dalam diri dari pekerjaan sehari-hari yang baik, dari menerangi kabut yang mengelilingi kita."
Henri Matisse (1869 - 1954), seniman Prancis

"Kebahagiaan adalah ketika apa yang Anda pikirkan, apa yang Anda katakan dan apa yang Anda lakukan berada dalam harmoni."
Mahatma Gandhi (1869 - 1948), pemimpin India dan politikus

"Kebahagiaan tidak tercapai oleh pengejaran sadar kebahagiaan; umumnya oleh-produk dari kegiatan lain."
Bertrand Russell (1872 - 1970), Filosof Inggris

"Kebahagiaan membuat di ketinggian untuk apa yang kurang panjang."
Robert Frost (1874 - 1963), penyair Amerika

"Bahkan kehidupan yang bahagia tidak bisa tanpa ukuran kegelapan, dan kata bahagia akan kehilangan maknanya jika tidak seimbang dengan kesedihan Hal ini jauh lebih baik untuk mengambil hal-hal seperti mereka datang bersama dengan kesabaran dan keseimbangan batin.."
Carl Jung (1875 - 1961), Pendiri psikologi analitis

"Kebahagiaan adalah memiliki, besar pencinta, penyayang, akrab keluarga di kota lain."
George Burns (1896 - 1996), komedian Amerika

Rabu, 02 November 2011


Ayah Juga Lupa




Dengar, Nak:
Ayah mengatakan ini pada saat kau terbaring tidur, sebelah tangan kecil merayap di bawah pipimu dan rambutmu yang ikal, hitam dan lebat melekat pada dahimu yang lembab. Ayah menyelinap masuk seorang diri ke kamarmu.

Baru beberapa menit yang lalu, ketika ayah membaca koran di ruang perpustakaan, satu sapuan sesal yang amat dalam menerpa. Dengan perasaan bersalah Ayah datang masuk ke pembaringanmu.

Ada hal-hal yang Ayah pikirkan, Nak;
Ayah selama ini telah bersikap kasar kepadamu.
Ayah membentakmu ketika kau sedang berpakaian hendak pergi ke sekolah karena
kau cuma menyeka mukamu sekilas dengan handuk.
Lalu Ayah lihat kau tidak membersihkan sepatumu.
Ayah berteriak marah tatkala kau melempar beberapa barangmu ke lantai.
Saat makan pagi Ayah juga menemukan kesalahan.
Kau meludahkan makananmu.
Kau menelan terburu-buru makananmu.
Kau meletakkan sikumu di atas meja.
Kau mengoleskan mentega terlalu tebal di rotimu.
Dan begitu kau baru mulai bermain dan Ayah berangkat mengejar kereta api, kau berpaling dan melambaikan tangan sambil berseru, "Selamat jalan, Ayah!" dan Ayah mengerutkan dahi, lalu menjawab, "Tegakkan bahumu!".

Kemudian semua itu berulang lagi pada sore hari.
Begitu Ayah muncul dari jalan, Ayah segera mengamati-mu dengan cermat, memandang hingga lutut, memandangmu yang sedang bermain kelereng. Ada lubang-lubang pada kaus kakimu. Ayah menghinamu di depan kawan-kawanmu, lalu menggiringmu untuk pulang ke rumah. Kaus kaki mahal dan kalau kau yang harus membelinya kau akan lebih berhati-hati!

Bayangkan itu, Nak, itu keluar dari pikiran seorang Ayah!
Apakah kau ingat, nantinya ketika Ayah sedang membaca di perpustakaan, bagaimana kau datang dengan perasaan takut dengan rasa terluka di dalam matamu? Ketika Ayah terus memandang koran, tidak sabar karena gangguanmu, kau jadi ragu-ragu di depan pintu.
"Kau mau apa?" semprot ayah.

Kau tidak berkata sepatah pun, melainkan berlari melintas dan melompat ke arah Ayah, kau melemparkan tanganmu melingkari leher Ayah dan mencium ayah, tangan-tanganmu yang kecil semakin erat memeluk dengan hangat, kehangatan yang telah Tuhan tetapkan untuk mekar di hatimu dan yang bahkan pengabaian sekali pun tidak akan mampu melemahkannya. Dan kemudian kau pergi bergegas naik tangga.


Nak, Nak, sesaat setelah itu koran jatuh dari tangan Ayah, dan satu rasa takut yang menyakitkan menerpa Ayah.
Kebiasaan apa yang sudah Ayah lakukan? Kebiasaan dalam menemukan kesalahan dalam mencerca, ini adalah hadiah Ayah untukmu sebagai seorang anak lelaki.

Bukan berarti Ayah tidak mencintaimu; Ayah lakukan ini karena Ayah berharap terlalu banyak dari masa muda. Ayah sedang mengukurmu dengan kayu pengukur dari tahun-tahun Ayah sendiri. Dan sebenarnya begitu banyak hal yang baik dan benar dalam sifatmu.

Hati mungil kecilmu sama besarnya dengan fajar yang memayungi bukit-bukit luas. Semua ini kau tunjukkan dengan sikap spontanmu saat kau menghambur masuk dan mencium Ayah sambil mengucapkan selamat tidur.

Tidak ada masalah lagi malam ini, Nak.
Ayah sudah datang ke tepi pembaringanmu dalam kegelapan, dan Ayah sudah berlutut disana, dengan rasa malu!

Ini adalah sebuah rasa tobat yang lemah; Ayah tahu kau tidak akan mengerti hal-hal seperti ini kalau Ayah sampaikan padamu saat kau terjaga.

Tapi esok hari Ayah akan menjadi Ayah sejati! Ayah akan bersahabat karib denganmu, dan ikut menderita bila kau menderita dan tertawa bila kau tertawa. Ayah akan menggigit lidah Ayah kalau kata-kata tidak sabar keluar dari mulut Ayah. Ayah akan terus mengucapkannya kata ini seolah-olah sebuah ritual: "Dia cuma seorang anak kecil, anak lelaki kecil!"

Ayah khawatir sudah membayangkanmu sebagai seorang lelaki.
Namun, saat Ayah memandangmu sekarang, Nak, meringkuk berbaring dan letih dalam tempat tidurmu, Ayah lihat bahwa kau masih seorang bayi.

Kemarin kau masih dalam gendongan ibumu, kepalamu berada di bahu ibumu.
Begitu mungil, begitu ringkih. Ayah sudah meminta terlalu banyak, sungguh terlalu banyak.

Maka sesungguhnya, bersama kesulitan itu terdapat kemudahan. Dan ketika suatu pekerjaan selesai kau tunaikan, segera beralihlah ke pekerjaan yang lain, Dan kepada Tuhanmulah kau berharap.

Minggu, 31 Juli 2011

Ramadhan 1432H


Indahnya Ramadhan,
Terima kasih Alloh, kami masih bisa menikmatinya tahun ini.
Selamat menunaikan ibadah puasa Ramadhan 1432 H
Mohon maaf apabila ada tutur kata, sikap dan perbuatan yang kurang berkenan.

Kamis, 27 Januari 2011

Kesepian yang Paling Buruk


Kesepian yang paling buruk adalah tidak nyaman dengan dirimu sendiri
Mark Twain, penulis AS 1835-1910.
Sumber proverb : Republika edisi Ahad 13 April 2008

Istilah tidak nyaman dengan diri sendiri mengingatkan Shinichi Kudo kepada pendapat yang menyatakan bahwa kadangkala seseorang lebih tidak pemaaf pada diri sendiri, dibanding pada orang lain. Bila orang lain salah melakukan sesuatu, Shinichi menganggapnya biasa saja, tak perlu disesali. Tetapi bila dirinya yang melakukannya, justru tidak termaafkan.

Contoh sederhana adalah membeli celana yang salah. Karena Shinichi males mencoba saat membeli celana panjang di toko, saat sampai rumah, barulah Shinichi menyadari bahwa celana itu kekecilan. Alhasil uang Shinichi terbuang percuma. Ujung-ujungnya Shinichi marah-marah kepada diri sendiri, mengapa waktu itu tidak dicoba dulu.

Tetapi bila hal itu terjadi pada teman, Shinichi hanya tertawa dan menyarankan untuk membeli celana lagi. Pemecahan sederhana buat orang lain, tetapi rumit bagi Shinichi.

Ketidaknyamanan terhadap diri sendiri diantaranya adalah terhadap kelemahan-kelemahan Shinichi. Kadangkala Shinichi sulit menerima kelemahan pada diri Shinichi, baik bersifat fisik maaupun kelemahan yang bersifat non fisik.

Bila Shinichi seorang pelupa, Shinichi bisa saja sering menyalahkan diri sendiri karena lupa menaruh barang-barang atau ketinggalan barang di sebuah tempat umum. Untuk kasus pelupa ini sebenarnya Shinichi bisa meminimalkan dampaknya, misalnya dengan menyimpan barang pada tempat yang tetap atau tidak meletakkan barang pada saat Shinichi berada di tempat umum.

Misalnya bila Shinichi ada di toilet umum, sebagai seorang pelupa sebaiknya Shinichi menghindari melepas jam tangan dan meletakkan di wastafel. Lebih baik dikantongin saja. Demikian juga bila bertamu ke rumah teman, sebaiknya HP tidak perlu ditaruh di meja, cukup masuk kantong saja.

Ketidaknyamanan fisik seperti tubuh yang tidak ideal adalah satu sumber yang sangat mudah untuk dijadikan alasan untuk tidak menerima diri sendiri. Pada kenyataannya seorang yang tubuhnya tidak ideal, tidak lalu kelihatan tidak menarik.

Seseorang yang menerima dirinya sendiri dan sadar bahwa dia memiliki hal lain yang lebih menarik, akan kelihatan menawan. Keceriaan dan kesediaan berdamai dengan diri sendiri, membuat orang lain nyaman berada di dekatnya. Sayangnya sikap seperti itu mudah diucapkan, tetapi tidak selalu mudah dalam prakteknya. Karenanya Shinichi sangat terkesan orang-orang yang mampu mencapainya. Gimana caranya yach, mereka bisa seperti itu ? (nae)

Kesepian yang Paling Buruk


Kesepian yang paling buruk adalah tidak nyaman dengan dirimu sendiri
Mark Twain, penulis AS 1835-1910.
Sumber proverb : Republika edisi Ahad 13 April 2008

Istilah tidak nyaman dengan diri sendiri mengingatkan Shinichi Kudo kepada pendapat yang menyatakan bahwa kadangkala seseorang lebih tidak pemaaf pada diri sendiri, dibanding pada orang lain. Bila orang lain salah melakukan sesuatu, Shinichi menganggapnya biasa saja, tak perlu disesali. Tetapi bila dirinya yang melakukannya, justru tidak termaafkan.

Contoh sederhana adalah membeli celana yang salah. Karena Shinichi males mencoba saat membeli celana panjang di toko, saat sampai rumah, barulah Shinichi menyadari bahwa celana itu kekecilan. Alhasil uang Shinichi terbuang percuma. Ujung-ujungnya Shinichi marah-marah kepada diri sendiri, mengapa waktu itu tidak dicoba dulu.

Tetapi bila hal itu terjadi pada teman, Shinichi hanya tertawa dan menyarankan untuk membeli celana lagi. Pemecahan sederhana buat orang lain, tetapi rumit bagi Shinichi.

Ketidaknyamanan terhadap diri sendiri diantaranya adalah terhadap kelemahan-kelemahan Shinichi. Kadangkala Shinichi sulit menerima kelemahan pada diri Shinichi, baik bersifat fisik maaupun kelemahan yang bersifat non fisik.

Bila Shinichi seorang pelupa, Shinichi bisa saja sering menyalahkan diri sendiri karena lupa menaruh barang-barang atau ketinggalan barang di sebuah tempat umum. Untuk kasus pelupa ini sebenarnya Shinichi bisa meminimalkan dampaknya, misalnya dengan menyimpan barang pada tempat yang tetap atau tidak meletakkan barang pada saat Shinichi berada di tempat umum.

Misalnya bila Shinichi ada di toilet umum, sebagai seorang pelupa sebaiknya Shinichi menghindari melepas jam tangan dan meletakkan di wastafel. Lebih baik dikantongin saja. Demikian juga bila bertamu ke rumah teman, sebaiknya HP tidak perlu ditaruh di meja, cukup masuk kantong saja.

Ketidaknyamanan fisik seperti tubuh yang tidak ideal adalah satu sumber yang sangat mudah untuk dijadikan alasan untuk tidak menerima diri sendiri. Pada kenyataannya seorang yang tubuhnya tidak ideal, tidak lalu kelihatan tidak menarik.

Seseorang yang menerima dirinya sendiri dan sadar bahwa dia memiliki hal lain yang lebih menarik, akan kelihatan menawan. Keceriaan dan kesediaan berdamai dengan diri sendiri, membuat orang lain nyaman berada di dekatnya. Sayangnya sikap seperti itu mudah diucapkan, tetapi tidak selalu mudah dalam prakteknya. Karenanya Shinichi sangat terkesan orang-orang yang mampu mencapainya. Gimana caranya yach, mereka bisa seperti itu ? (nae)

Berbisnis dengan Cinta

Tahukah Anda, apa kekuatan utama dalam bisnis?

Uang? Bukan
Kekuasaan? Juga bukan
Lalu, apa ?
Cinta!!!!

Ya, kekuatan utama yang mampu menggerakkan bisnis kita hingga mencapai kesuksesan adalah cinta. Dalam berbisnis, kita sering lupa bahwa yang kita hadapi setiap hari sebenarnya adalah manusia, bukan mesin atau computer. Sukses tidaknya kita berbisnis banyak bergantung dari dukungan orang – orang sekitar kita. Jika mereka mencintai kita, tentu mereka akan dengan sepenuh hati memberikan segalanya buat diri kita.

Bayangkan saja jika Anda sedang jatuh cinta kepada seseorang. Anda tentu selalu berusaha menyenangkan Sang Kekasih, bukan ? Apapun yang dimintanya, pasti akan diupayakan sekuat tenaga untuk dipenuhi Anda.

Selain itu, kita pun tentu harus mencintai apa yang kita kerjakan. Dengan demikian, kita akan melakukan pekerjaan itu dengan tulus, penuh komitmen, dan berusaha memberikan yang terbaik dari diri kita.

Maka, cinta bukan hanya elemen paling penting dalam kehidupan pribadi kita. Dalam kehidupan professional atau bisnis, cinta juga sangat berperan penting.

Ini pulalah yang dikemukakan Tim Sanders, Chief Solutions Officer di Yahoo!, dalam bukunya Love is the Killer App. Untuk berhasil dalam bisnis, seseorang harus menjadi apa yang disebut oleh Tim Sanders sebagai `lovecat'. `Lovecat' adalah seseorang yang pintar, mampu menyenangkan orang lain, dan mencintai apa yang dikerjakannya dengan sepenuh hati.

Seorang `lovecat' akan terus berupaya menambah pengetahuannya (knowledge) dalam berbagai bidang. Namun, pengetahuan ini baru akan menjadi berguna jika ia membaginya dengan orang lain. Karena itu, jika harus terus menjalin dan mengembangkan relasi dengan semua orang (network). Seorang `lovecat' juga harus bisa menunjukkan rasa empati kepada orang lain dan tidak segan – segan membantu jika diperlukan (compassion). Orang akan mengingat perlakuan baik kita ini. Dan jangan lupa, sikap ini juga akan membuat orang lebih mudah memaafkan jika kita membuat kesalahan.

Ketiga asset tidak terlihat (intangible assets) inilah – pengetahuan (knowledge), menjalin relasi (network), serta raa empati dan keinginan untuk selalu membantu (compassion) – yang harus terus dikembangkan dalam diri kita. Inilah aspek – aspek penting yang akan membuat kita mampu mempengaruhi orang lain, dan akhirnya membuat mereka menghargai kita sebagai seorang rekan ataupun pimpinan.

Kita juga harus menyadari, bisnis sebenarnya adalah sebuah permainan. Tentu saja, kita semua ingin memenangkan `permainan bisnis' ini. Pemenang permainan ini adalah orang yang mencintai apa yang ia kerjakan dengan memahami aturan – aturan permainan secara baik.